Walah pak kalla…
Mengawasi pesantren ? Mengapa ? Karena beberapa pesantren diindikasikan mengajarkan ajaran ekstrim ? Wow…
Bagaimana kita tahu sebuah institusi pendidikan agama ( keren ya :lol: ), seperti pesantren, mengajarkan ajaran yang ekstrim ? Ukurannya pasti bisa di lihat dari para lulusannya. Jika anda tiap hari dicekoki dengan suatu ajaran, pasti ketika selesai, ajaran itu akan membekas pada diri anda. Dan akan tercermin pada tingkah laku dan perbuatan anda. Pasti ada beberapa yang tidak terpengaruh dengan ajaran itu, atau cuek, atau ketika menemui lingkungan yang berbeda akan merubah pandangannya, tapi jelas akan lebih dari sekedar segelintir lulusan yang akan tetap memegang ajaran tersebut.
Nah, dari penilaian yang demikian, berapa orang dari lulusan pesantren yang menjadi ekstrim ? Dari ratusan ribu sampai jutaan lulusan pesantren, berapa orang yang memiliki pandangan ektrim ? Atau kalau ruang lingkupnya terlalu besar, dari suatu pesantren, berapa gelintir orang yang menjadi ektrim atau radikal ?
Tanpa perlu mengadakan penelitian pada pesantren yang dimaksud, seharusnya sudah dapat diambil penilaian apa yang terjadi di pesantren yang bersangkutan.
Satu lagi dari pak kalla.. tidak hanya pesantren tapi juga sekolah-sekolah yang diawasi..
Pertanyaan diatas masih relevan, berapa persen lulusan sekolahan yang menjadi ekstrem ?
Satu lagi hal yang sangat penting. Pak Kalla minta ajaran pesantren untuk diteliti, apakah ini juga berlaku untuk sekolah ? Apakah ajaran sekolah akan diteliti ? ehmm.. yang bikin kurikulum siapa sih ? :lol:
Tags: Islam, Pendidikan
