Posts Tagged ‘Waktu’
Membeli waktu itu mahal
Tadi pagi berangkat dari rumah jam 6.10. Cukup pagi untuk bisa berharap mendapatkan bis yang lega dan bisa memilih tempat duduk.
But one thing let to another.. baru mau sampe jalan raya, saya baru sadar kalau dompet ketinggalan. Mau kembali ke rumah sudah tanggung, tapi bagaimanapun gak bawa dompet agak riskan juga. Makanya sempat setengah jalan pulang, tapi kemudian memutuskan untuk tidak perlu membawa dompet, jadi balik lagi ke jalan.
Sesampai di jalan, mungkin ketika saya balik tadi ada bisa yang lewat, saya menunggu cukup lama, sampai jam 7 kurang 15 menit tidak juga ada bis jurusan senen yang lewat. Nah, jadi panik tuh karena mau naik taksi tidak membawa uang yang cukup hehe.. Jadi terpaksalah menelpon istri agak mencarikan dompet saya sehingga nanti sampai dirumah cukup ambil dan langsung pergi lagi. Tapi istri saya meminta saya tidak usah pulang, dompet mau diantar.
Kemudian, dengan terpaksa dan senang hati saya naik taksi dari larangan ke sabang, tempat kerja. Sampai di kantor jam 8.15 setelah melewati berbagai halangan dan tantangan sepanjang jalan ciledug raya :lol:
Jika saya menunggu bis dan terpaksa naik bis, mungkin bisa terlambat masuk kerja. Mungkin sekitar jam 8.30 -8.40 baru sampai. Itu perkiraan sih karena waktu tempuh diciledug sendiri relatif sama. Macet juga hehe.. Sementara dari jalan sudirman sampai ke kantor taksi bakalan lebih cepat 15-25 menit daripada bis, yang harus berhenti untuk menurunkan penumpang.
Dan untuk 15-40 menit itu saya harus membayar ekstra 35 ribu. Dibandingkan dengan sejam lebih yang membayar 5 ribu, bayaran ekstra itu memang mahal. But then again waktu adalah resource yang tidak terbarukan. Dan saya juga jadi tidak telat.
So it’s worth it.
Tags: Kantor, Perjalanan, Waktu
Wuih… Macetnya
Setelah melewati masa seminggu mengalami macetnya daerah kebayoran lama - ciledug, say a merasa not bad lah, jalan dari rumah sekitar 6.30 sampe ke sarinah sekitar jam 7.40-an. Jadi perjalanan sekitar 1 jam. Tidak lama untuk ukuran sejauh itu karena dari salemba pun untuk menuju ke sarinah bisa sampe 1 jam dengan kendaraan umum.
Tapi tadi pagi suasana sudah berbeda. Mungkin karena hari kerja normal sudah mulai terasa, liburan tahun baru sudah selesai dan anak-anak sekolah juga mulai masuk. Yang jelas jalan padat dengan kendaraan dan jalannya mobil pun jadi pelan.
Tapi ketika lewat pasar kebayoran, ternyata yang menyebebkan macet panjang itu adalah truk sampah yang ngendon disana, menyebabkan jalan yang bisa dilewat cuman satu jalur. Sama seperti seminggu kemarin, walaupun minggu kemarin tidak separah pagi ini, karena jumlah mobil yang lewat juga tidak sebanyak pagi ini.
This is stupid, no ? Ketika pemerintah gembar-gembor penghematan energi, dan belakangan ini globak warming juga dimasukkan ( jadi stupid + 1 ) ternyata ada saja sumber pemborosan energi yang seharusnya bisa gampang ditangani tapi tidak ditangani.
Kalau dipikir-pikir, sudah berapa lama truk itu tiap hari mangkal disitu ? Okelah memang tugas dari truk itu mengangkut sampah, hal yang penting juga, tapi apa tidak bisa truk tersebut parkir ditempat yang tidak membuat kemacetan yang sedemikian panjang ? atau waktu pengangkutan yang diatur agar tidak membuat jalanan menjadi macet ?
Dan ada berapa banyak titik kemacetan yang menurut saya stupid di jakarta ini ? jika titik-titik kemacetan seperti truk tersebut bisa dihilangkan, saya rasa sangat banyak bahan bakar yang bisa dihemat.
Dan bumi makin dingin :lol:
Tags: Kantor, Kerja, Perjalanan, Waktu
