Posts Tagged ‘Ramadhan’

Menjelang Ramadhan

Bulan ramadhan sudah menjelang tiba. Tinggal tiga hari lagi sebelum kita diwajibkan untuk berpuasa, bagi kaum muslim yang mampu. Sebelumnya saya ucapkan Selamat kepada semua kaum muslim yang sudah mendapatkan anugerah Allah sehingga akan menikmati kembali salah satu nikmat Allah yaitu berpuasa :).

Saya sebenarnya punya keinginan untuk membayangkan bulan puasa yang damai dan tenang juga tentram, tapi melihat kondisi sehari-hari di jakarta ini, keinginan tinggal keinginan. Toh baru keinginan untuk membayangkan kok..<!–more–>

Setiap puasa ada beberapa hal yang mengganjal, seperti akan beredarnya mercon dan semakin senangnya anak-anak menyalakan dengan semakin dekatnya Idul Fitri. Razia malam pada tempat hiburan malam akan semakin gencar. Acara-acara televisi dan para selebritis tiba-tiba mendapatkan Religious Rejuvenation. Dan tudingan beberapa orang terhadap umat Islam indonesia yang menuduh umat Islam indonesia gila toleransi ketika puasa.

Mercon. no comment deh.. emang susah. better get used to it. fast..

Razia malam, biasa yang dilakukan oleh FPI, terhadap beberapa tempat hiburan malam dan kemudian diiringi dengan perusakan-perusakan, bahkan juga bisa sampai pemukulan, semoga tidak akan terjadi lagi. Daripada datang-datang merusak kegiatan, yang notabene tidak semua yang datang adalah yang beragama Islam, mendingan tanyain pengunjungnya satu-satu kemudian kalau ternyata Islam, diajak ke masjid, shalat berjamaah kemudian sahur bareng. No harm done.

Sebentar lagi kita akan melihat barisan para selebritis yang ketika sebelumnya memakai baju seksi tiba-tiba muncul dengan jilbab, main sinetron berbau Islam ( belum tentu Islami ), menjadi pemandu acara keagamaan dan berwajah (seperti) teduh dan tenang ketika diwawancarai. Setelah ramadhan selesai, balik lagi ke seksi dan ignoramus. Untungnya saya tidak suka nonton tv indonesia. Mungkin acaranya Quraish Shihab yang nanti layak ditonton. Atau mendingan nonton shaun the sheep. Well, that’s our celebrities. Mau dibilang salah juga gak bakalan ada yang denger kok :D.

Tekanan bagi umat non Islam pada setiap bulan Ramadhan adalah adanya tuntutan sebagian umat Islam, yang mengatasnamakan umat Islam Indonesia, yang meminta umat non Islam untuk mengikuti ritme umat Islam. Which is ridicoulus. Warung-warung harus tutup, atau buka dengan kain menutupi, restoran juga seperti itu. Penjual-penjual makanan tidak boleh berjualan. Dengan alasan toleransi terhadap yang menjalankan puasa. Menurut saya sih gak perlu semua itu. Salah satu esensi puasa adalah menimbulkan kembali empati kita ke kaum yang lebih tidak mampu, sehingga setelah puasa kita akan selalu mengingat bagaimana tidak enaknya lapar, bagaimana lapar bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang pada saat kita kenyang tidak mungkin muncul.

Nah, bukankah hal itu akan lebih mudah dengan tidak tutupnya warung-warung makanan ? Kita akan merasakan bagaimana seorang yang tidak mampu membeli makanan padang ketika melewati rumah makan dan membaui masakannya. Padahal maksimal 12 jam kemudian kita bisa kembali dan makan sepuasnya. Sementara itu banyak yang tidak bisa makan karena tidak mampu membeli.

Jika warung dipaksa tutup, kita akan dengan cueknya lewat. Iya nggak?. Oleh karena itu tuntutan-tuntutan seperti ini tidak perlu lagi diadakan. Tidak akan membawa kebaikan kepada siapapun. Jika ada yang puasa kemudian makan diwarung sebelum waktu buka, itu pilihan orang tersebut, bukan salah warungnya. Warungnya tutup pun dia bisa membatalkan puasanya dengan minum atau mencuri-curi makan kok.

Sekali selamat menunaikan kewajiban beribadah puasa bagi umat Islam indonesia. Semoga Ramadhan tahun ini bisa membuat kita menjadi Muslim dan Mukmin yang lebih baik dan membuat kita termasuk orang-orang yang taqwa dan bersyukur. Amin.

Tags: ,

Menjelang Ramadhan

Tidak terasa setahun sudah berlalu (lagi) :D. Beberapa hari lagi sudah masuk bulan ramadhan.

Bicara masalah ramadhan, jika diperhatikan beberapa tahun terakhir ini ada fenomena tahunan yang selalu terjadi, semakin banyak orang tiba-tiba menjadi beriman. Not that there’s something wrong, hanya saja feels wrong.

Fenomena yang jelas keliatan ya di televisi. Tiba-tiba saja banyak artis dan pembawa acara berjilbab, banyak acara yang Islami (menurut mereka), dan banyak lagi hal-hal yang tiba-tiba berubah menjadi Islami.

Bagus kok… ( im feeling a but here.. ) tapiii… :lol:.. sebelas bulan kemarin kemana aja ? ya gak kemana-mana, kalo udah kemana-mana sekarang jelas udah tau mana-mana haha…

Kalau saja setahun bisa disingkat hanya menjadi sebulan beribadah, maka sia-sia saja semua perintah untuk shalat, membayar zakat, menyantuni anak yatim dsb.. Toh semua bisa dijalanin dalam satu bulan ramadhan, ya nggak ? bahkan bisa dijalanin hanya dalam satu malam, yaah untung-untungan sepuluh hari terakhir deh. Ibadah akhirnya jadi untung-untungan hehe..

Tapi realitasnya emang seperti itu, selama sebelas bulan minta ampun seenaknya sendiri manjalani hidup, kemudian tiba bulan ramadhan dan tiba-tiba menjadi orang paling alim. Setelah bulan ramadhan berakhir, balik lagi menjadi seenaknya. Well it doesnt work like that..

Pada perintah puasa jelas sekali tujuan dari puasa ramadhan adalah supaya kita semua menjadi orang yang bertakwa. Definisi simpel dari takwa adalah menjalani perintah dan menjauhi larangan. Makanya ketika puasa tidak merubah seseorang mendekati takwa, apakah seorang itu sudah puasa ? Jawabnya sih sudah kok, tapi seperti hadits Rasul SAW, puasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus.

Jadi musti gimana nih, kok susah amat ? Puasa salah, tidak puasa lebih salah..

Lha iya, kalo tidak puasa namanya tidak menjalankan perintah-Nya. Jelas salah.. Tapi puasa yang akhirnya hanya mendapatkan lapar dan haus juga tidak benar. Paling tidak malah menghabiskan waktu dan energi sia-sia. Yang benar itu yang konsisten, baik dalam keadaan menguntungkan, seperti bulan puasa, ketika beribadah dimudahkan dan semua ibadah balasannya berlipat-lipat, maupun pada hari-hari ketika lebih susah untuk beribadah.

Bukankah Rasul SAW bersabda orang yang hidupnya pada hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin itu sia-sia ? bisa saja di panjangkan menjadi tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin kan ? dan dapat kita ambil titik tolaknya adalah bulan Ramadhan. Setiap ramadhan kita evaluasi hidup selama setahun terakhir ini, apakah lebih baik dari tahun sebelumnya (sebelum ramadhan sebelumnya) dst.

Jadi bagaimana dengan yang take it for granted bulan Ramadhan ? Tidak gimana-gimana.. setiap orang punya alasan sendiri ketika melakukan apapun yang mereka lakukan selama bulan ramadhan. Ada yang memang mencari uang seperti itu, ada yang memang baru bisa beribadah ketika ramadhan, dan ada juga yang berusaha belajar beribadah ketika bulan ramadhan.

Apapun itu semua bulan ramadhan yang sudah didepan mata bisa menjadi tonggak baru dalam menjalani kehidupan dunia ini, dan bisa meresap ke dalam hati kita semua sehingga setelah ramadhan berlalu kita masih tetap membawa semangat ramadhan dalam beribadah dan menjadi manusia yang lebih baik setiap hari, setiap minggu setiap bulan dan setiap tahun. Amin.

Selamat menjalankan ibadah puasa yang saudara-saudara seIman sekalian.

Tags: , ,