Posts Tagged ‘Puasa’

Hampir saja

..gak sahur hehe..

Gak tau nih, bangun-bangun liat jam udah jam 4 kurang 5. Alarmnya gak nyala… Huuu, cepet-cepet ke warung deh sambil olahraga jalan cepat hehe. Untungnya warung masih buka, masih ada nasi dan lauk.

Dan penjualnya juga cepat-cepat membungkus nasi, maklum juga udah kesiangan. Pulang ke kos juga olahraga jalan cepat haha.. Dan sempat juga makan dan banyak minum sebelum imsak. Lega…

Perut sedang tidak nyaman nih, jadi kalau tidak sahur tadi pagi ragu-ragu aja hari ini bisa sampe sore gak. Yang jelas sore pasti lemes banget gak bisa apa-apa kalo gak sahur. Untunglah masih hampir hehe..

Tags: ,

Sentilan pak wapres

Pak wapres belakangan ini menyindir umat Islam di Indonesia seperti ini ‘orang amerika dan rusia sudah sampe ke bulan, tapi orang indonesia masih tidak tau posisi bulan’. Well, sebenarnya dari sd anak-anak indonesia sudah tau kok posisi bulan dimana haha..

Saya rasa pak wapres punya niat baik tuh, nyentil sesuatu yang sebenarnya kita semua sudah tau sejak lama, yaitu pada penetapan awal bulan khususnya bulan Ramadhan dan Syawal, umat ini (tepatnya para petinggi) tidak bisa punya satu sikap yang harusnya berujung pada satu tanggal yang sama.

Tapi mungkin pak wapres tidak tau masalah sebenarnya. Kalau cuman mempermasalahkan posisi bulan sih dari tahun kapan juga pasti sudah selesai dong. Cuman masalahnya kan ada dua cara penentuan awal bulan, yang satu pake perhitungan, yang lain pake penglihatan. Dan dua-duanya memiliki dasar nash yang kuat berdasarkan hadits, oleh karena itu keduanya sah menurut hukum Islam.

Dan karena itulah masalahnya menjadi rumit. Walau saya juga tidak tau kenapa menjadi rumit seperti ini hehe.. Karena menurut logika sih yang lebih kuat yang berdasarkan penglihatan dong. Dan sebenarnya itu juga dikuatkan oleh hadits Nabi SAW yang pada intinya mengatakan ‘jika pada tanggal 29 ramadhan bulan masih belum keliatan, bulatkan puasa menjadi 30 hari’ which means walaupun menurut perhitungan bulan ramadhan hanya 29 hari, tapi kalau pada hari ke 29 masih belum ada indikasi perpindahan bulan maka puasa dilanjutkan.

Jadi bagaimana menyelesaikan masalah seperti ini di indonesia ? Kalau disetiap insan yang menjadi umat Islam (atau paling tidak para ulamanya) di indonesia memiliki keterbukaan hati dan kemauan untuk menerima pendapat orang lain yang setelah dianalisa lebih kuat dari sisi nash dan ilmu, maka Insya Allah permasalahan ini bisa diselesaikan. Tapi melihat kenyataan sih nampaknya masih jauh deh.

Tags: ,

Menjelang Ramadhan

Tidak terasa setahun sudah berlalu (lagi) :D. Beberapa hari lagi sudah masuk bulan ramadhan.

Bicara masalah ramadhan, jika diperhatikan beberapa tahun terakhir ini ada fenomena tahunan yang selalu terjadi, semakin banyak orang tiba-tiba menjadi beriman. Not that there’s something wrong, hanya saja feels wrong.

Fenomena yang jelas keliatan ya di televisi. Tiba-tiba saja banyak artis dan pembawa acara berjilbab, banyak acara yang Islami (menurut mereka), dan banyak lagi hal-hal yang tiba-tiba berubah menjadi Islami.

Bagus kok… ( im feeling a but here.. ) tapiii… :lol:.. sebelas bulan kemarin kemana aja ? ya gak kemana-mana, kalo udah kemana-mana sekarang jelas udah tau mana-mana haha…

Kalau saja setahun bisa disingkat hanya menjadi sebulan beribadah, maka sia-sia saja semua perintah untuk shalat, membayar zakat, menyantuni anak yatim dsb.. Toh semua bisa dijalanin dalam satu bulan ramadhan, ya nggak ? bahkan bisa dijalanin hanya dalam satu malam, yaah untung-untungan sepuluh hari terakhir deh. Ibadah akhirnya jadi untung-untungan hehe..

Tapi realitasnya emang seperti itu, selama sebelas bulan minta ampun seenaknya sendiri manjalani hidup, kemudian tiba bulan ramadhan dan tiba-tiba menjadi orang paling alim. Setelah bulan ramadhan berakhir, balik lagi menjadi seenaknya. Well it doesnt work like that..

Pada perintah puasa jelas sekali tujuan dari puasa ramadhan adalah supaya kita semua menjadi orang yang bertakwa. Definisi simpel dari takwa adalah menjalani perintah dan menjauhi larangan. Makanya ketika puasa tidak merubah seseorang mendekati takwa, apakah seorang itu sudah puasa ? Jawabnya sih sudah kok, tapi seperti hadits Rasul SAW, puasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus.

Jadi musti gimana nih, kok susah amat ? Puasa salah, tidak puasa lebih salah..

Lha iya, kalo tidak puasa namanya tidak menjalankan perintah-Nya. Jelas salah.. Tapi puasa yang akhirnya hanya mendapatkan lapar dan haus juga tidak benar. Paling tidak malah menghabiskan waktu dan energi sia-sia. Yang benar itu yang konsisten, baik dalam keadaan menguntungkan, seperti bulan puasa, ketika beribadah dimudahkan dan semua ibadah balasannya berlipat-lipat, maupun pada hari-hari ketika lebih susah untuk beribadah.

Bukankah Rasul SAW bersabda orang yang hidupnya pada hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin itu sia-sia ? bisa saja di panjangkan menjadi tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin kan ? dan dapat kita ambil titik tolaknya adalah bulan Ramadhan. Setiap ramadhan kita evaluasi hidup selama setahun terakhir ini, apakah lebih baik dari tahun sebelumnya (sebelum ramadhan sebelumnya) dst.

Jadi bagaimana dengan yang take it for granted bulan Ramadhan ? Tidak gimana-gimana.. setiap orang punya alasan sendiri ketika melakukan apapun yang mereka lakukan selama bulan ramadhan. Ada yang memang mencari uang seperti itu, ada yang memang baru bisa beribadah ketika ramadhan, dan ada juga yang berusaha belajar beribadah ketika bulan ramadhan.

Apapun itu semua bulan ramadhan yang sudah didepan mata bisa menjadi tonggak baru dalam menjalani kehidupan dunia ini, dan bisa meresap ke dalam hati kita semua sehingga setelah ramadhan berlalu kita masih tetap membawa semangat ramadhan dalam beribadah dan menjadi manusia yang lebih baik setiap hari, setiap minggu setiap bulan dan setiap tahun. Amin.

Selamat menjalankan ibadah puasa yang saudara-saudara seIman sekalian.

Tags: , ,