Posts Tagged ‘MacBook’

Akhirnya.. Triple Boot : OSX, Fedora 7 dan Windows XP

Tiga hari ini, mumpung libur, walau agak meriang, saya sempatin ngotak atik macbook, penasaran karena belum bisa juga punya tidak boot hehe..

Konfigurasi yang saya coba pada hari jumat adalah full blown partisi, dengan 6, ya, enam partisi yang masing-masing adalah partisi system OSX, windows, system Fedora, partisi Users untuk OSX, dan swap dan Home untuk fedora. That’s why called full blown hehe..

Secara teori seharusnya bisa, karena yang membatasi hanya windows xp cuma bisa mengenali empat partisi primer, sedangkan OSX dan Fedora sudah support EFI, yang artinya partisi berapapun tidak jadi masalah. Jadi secara teori kalau partisi untuk windows ada diantara tiga partisi pertama ( tiga karena partisi pertama adalah untuk EFI ), maka seharusnya tidak jadi masalah.

Dan untuk sementara memang tidak jadi masalah, karena setelah partisi dan instalasi OSX, saya langsung install Fedora di partisi ke empat, karena nunggu installer windows xp minjem hehe.. Dan dual bootingnya sangat lancar, karena itu ketia installer windows datang, sudah yakin saja kalo sukses besar.. Ternyata harus reality check hehe..

Ketika instalasi windows berhasil, windows ternyata tidak mau boot up, dengan error hal.dll tidak ketemu. Setelah coba-coba, ternyata partisi windows bukan lagi menjadi partisi pertama dari MBR, tadi partisi ketiga, padahal ketika instalasi partisi tersebut adalah partisi pertama.

Okelah, jadi terpaksa cari-cari sebabnya dan dari beberapa situs kemungkinan memang saat ini update firmware dari apple lewat bootcamp masih membatasi bagaimana windows bisa diinstall, dan karena windowsnya juga sih yang belum support EFI, dan karena OSX juga tidak support MBR sih hehe.. Well kalau make MBR tidak bisa masang DRM sih, jadi pantes saja apple milih EFI :D

Anyway, kemudian terpaksa coba dengan empat partisi saja deh, yaitu untuk OSX, Fedora dan Windows. So instalasinya seperti ini :

  • Install OSX dalam satu partisi penuh
  • Install bootcamp ( punya saya bootcamp 1.3 )
  • Bikin partisi untuk windows dari bootcamp assistant ( saya pasang 40 Gb fat32 hehe )
  • Install windows, rubah partisi menjadi NTFS
  • Buat partisi baru dari partisi OSX dengan DiskUtil : diskutil resizeVolume disk0s2 70G Linux Linux 30G
  • Biar mudah install rEFIt, untuk GUI pada saat booting
  • Setelah itu tinggal install Fedora dengan set swap nya menggunakan file.

There you go, sekarang bisa pakai OSX, Linux atau Windows sesuai kebutuhan atau mood :D. Saya memang dari dulu kesengsem dengan linux sih, jadi walau sudah punya Unix with fancy UI alias OSX, masih saja demen dan pengen make linux :lol:

Sekarang ini masih nunggu agar bisa buat enam partisi seperti jumat kemarin, karena tidak begitu suka home user ada pada satu partisi, tidak bisa sewaktu-waktu di re-install atau diformat ulang. Beginilah kalau pas usil haha..

Tags: , , ,

Akhirnya, beli juga

Hmm.. dengan judul sejelas itu, rasanya isi tulisannya sendiri sudah tidak perlu lagi. Tapi kalo judul saja kan tidak bagus juga. Makanya saya menulsi seperti ini, supaya tidak hanya judul saja.

Sekarang ini menggunakan MacBook MA700A, dengan memori di upgrade menjadi 2 Gb. Bagus kok, dari bentuknya dan performanya. Dan sementara ini hal-hal yang tidak menyenangkan yang saya baca di internet belum ada yang benar-benar terjadi.

Yang pertama dicari adalah java-nya, dan ternyata sudah ada java 1.5.06, lebih baru dari yang didonlot kemarin. Install firefox, sudah, tomcat, sudah, idea, sudah, netbeans, sudah.. Tinggal oracle nih.
Dan dari linux kemarin yang susah memang install oracle. Sementara ini menggunakan parallels deh :D.

Install windows menggunakan parallels sangat mudah ternyata. Tapi lamanya sih tetep seperti install windows biasa hehe.

Well… install oracle deh.. hmmm… lupa bawa cd oracle. sial.

Tags: , , ,

To Mac or not To Mac

Jika orang lain membicarakan mobil atau motor, saya biasanya diam, karena tidak punya bahan, hehe, dan juga karena saya tidak begitu tertarik dengan dunia otomotif. Ketertarikan paling dekat, ya setiap hari naik mobil, atau menonton Formula 1, paling tidak sampai beberapa tahun yang lalu.

Ketertarikan saya lebih ke arah komputer, mengagumi motherboard baru, atau kepengen beli prosessor terbaru, atau sebel karena belum juga upgrade ke X2-nya AMD :lol:. Walau begitu sih sebenarnya desktop di rumah masih cukup powerful untuk menjalankan oracle, webmethods server ditambah develop dengan IntelliJ IDEA dan webmethods developer. Tapi kan seneng juga kalau desktop jadi X2 :D

Beberapa waktu terakhir ini saya sedang terpesona dengan MacBook. Sudah sejak lama suka dengan operating system dari apple, tapi sejak keluarnya produk dari apple menggunakan prosesor intel, jadi jadi lebih terpesona. Dan saking terpesonanya sampai memutuskan untuk membeli notebook dari apple.

Oleh karena itu beberapa waktu ini saya melakukan survey, melihat-lihat harga dari macbook dan ternyata yang paling reasonable malah yang seharga $1300-an dolar, dengan seri MA700 A. Dengan spek Code 2 Duo 2Gh, 80 Gb, 1Gb Memori, rasanya sangat lebih masuk akal dibandingkan versi yang lebih tinggi MA 701, yang hanya berbeda kapasitas hard disk 120 Gb, dengan harga $1500. Dengan harga segitu bisa dapat MA700 dengan kapasitas memori 2Gb, itu lebih penting :D.

Sebenarnya macbook pro lebih menarik lagi, hanya saja disamping beberapa perbedaan yang tidak penting, seperti firewire 800, yang sangat kelihatan adalah VGA card pada macbook pro menggunakan ATI minimal 128, sedangkan macbook menggunakan gpu buatan intel, yang lebih murah, apalagi dengan memori yang di share dan main memori. dan juga kebutuhan untuk coding lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan untuk main game. Jadi sementara ini mac book lebih layak untuk dibeli. Mungkin 2-3 tahun kedepan baru memakai macbook pro. Oh iya, perbedaan yang tidak begitu penting hehe, adalah besar lcd. 13,3 untuk macbook dan 15-17 untuk pro. Tidak penting karena sekali lagi nantinya dipakai untuk coding :D

Tapi mengejutkan juga ketika browsing dan mendapati ternyata banyak sekali masalah pada macbook, seperti random shutdown, overheat, warna yang hilang dsb. Untungnya setelah browsing kesana-kesini sambil merasa kawatir, ternyata hal tersebut terjadi kebanyakan pada produk-produk awal peluncuran macbook. Jadi semacam user test gitu deh. Asem juga nih apple.. di test dulu ke di pabrik sebelum diluncurkan.

Jadi to mac or not to mac ( tuku mac or not tuku mac ) :lol:.

Tags: ,