Posts Tagged ‘Fedora’
Fedora 9
Fedora 9 release pada tanggal 13 kemarin, dan sekarang ini bisa di download di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/fedora/9/. Sudah tersedia untuk platform 32 bit, 64 bit dan ppc.
Exciting nih, pengen liat bagaimana KDE 4 beraksi. Tapi download harus menunggu akhir pekan nih, karena desktop dirumah sedang tidak bisa digunakan, jadi harus menunggu laptop ada dirumah dulu hehe..
Edit : saat ini sedang download Fedora 9 32 bit, karena timestamp dari 64 bitnya kok 7 mei, sedangkan release resminya 13 mei. Kalo sudah yakin baru download 64 bitnya. Insya Allah 4 jam lagi selesai.. Hurray..
Meriang dan Oracle 10.2 di Fedora 7
Hmmm… emang ada hubungannya ? :lol:.
Ada sih, hubungannya adalah keduanya menyerang saya hehe.. Hari ini tidak masuk kerja, masih meriang, ditambah tadi sempat mendung dan hujan sebentar, jadi makin dingin. Tapi karena bosen juga tidur terus, makanya iseng-iseng install oracle di Fedora.
Setelah cari-cari, ketemu juga petunjuknya ada di sini. Cukup lengkap kok petunjuknya, sehingga dengan mudah dan tidak payah, saya bisa cepat install oracle. Hanya saja ternyata setelah selesai install masih ada beberapa isu yang harus diselesaikan.
Pertama adalah dalam artikel diatas tidak ada petunjuk untuk membuat service oracle. Service di oracle dibuat dengan membuat file /etc/init.d/oracle yang isinya :
#!/bin/bash
#
# Run-level Startup script for the Oracle Instance and Listener
#
# chkconfig: 345 91 19
# description: Startup/Shutdown Oracle listener and instanceORA_HOME=”/u01/app/oracle/product/10.2.0/db_1″
ORA_OWNR=”oracle”# if the executables do not exist — display error
if [ ! -f $ORA_HOME/bin/dbstart -o ! -d $ORA_HOME ]
then
echo “Oracle startup: cannot start”
exit 1
fi# depending on parameter — startup, shutdown, restart
# of the instance and listener or usage displaycase “$1″ in
start)
# Oracle listener and instance startup
echo -n “Starting Oracle: ”
su - $ORA_OWNR -c “$ORA_HOME/bin/lsnrctl start”
su - $ORA_OWNR -c $ORA_HOME/bin/dbstart
touch /var/lock/subsys/oracle
echo “OK”
;;
stop)
# Oracle listener and instance shutdown
echo -n “Shutdown Oracle: ”
su - $ORA_OWNR -c “$ORA_HOME/bin/lsnrctl stop”
su - $ORA_OWNR -c $ORA_HOME/bin/dbshut
rm -f /var/lock/subsys/oracle
echo “OK”
;;
reload|restart)
$0 stop
$0 start
;;
*)
echo “Usage: $0 start|stop|restart|reload”
exit 1
esac
exit 0
Setelah itu tinggal tinggal membuat file tadi executable, chmod +x /etc/init.d/oracle jalankan chkconfig oracle. Service sudah siap
.
Kemudian ada beberapa permission yang harus diset..
- directory db_1/rdbms/audit dan isinya dijadikan 770
- db_1/bin/oracle diset menjadi 6751
- audit di admin/dragz/adump juga dijadikan 770 juga
Setelah semua selesai, sqlplus-pun bisa dijalankan ![]()
Happy day.. masih tetep meriang though..
Tags: Catatan, Fedora, Linux, Oracle
Akhirnya.. Triple Boot : OSX, Fedora 7 dan Windows XP
Tiga hari ini, mumpung libur, walau agak meriang, saya sempatin ngotak atik macbook, penasaran karena belum bisa juga punya tidak boot hehe..
Konfigurasi yang saya coba pada hari jumat adalah full blown partisi, dengan 6, ya, enam partisi yang masing-masing adalah partisi system OSX, windows, system Fedora, partisi Users untuk OSX, dan swap dan Home untuk fedora. That’s why called full blown hehe..
Secara teori seharusnya bisa, karena yang membatasi hanya windows xp cuma bisa mengenali empat partisi primer, sedangkan OSX dan Fedora sudah support EFI, yang artinya partisi berapapun tidak jadi masalah. Jadi secara teori kalau partisi untuk windows ada diantara tiga partisi pertama ( tiga karena partisi pertama adalah untuk EFI ), maka seharusnya tidak jadi masalah.
Dan untuk sementara memang tidak jadi masalah, karena setelah partisi dan instalasi OSX, saya langsung install Fedora di partisi ke empat, karena nunggu installer windows xp minjem hehe.. Dan dual bootingnya sangat lancar, karena itu ketia installer windows datang, sudah yakin saja kalo sukses besar.. Ternyata harus reality check hehe..
Ketika instalasi windows berhasil, windows ternyata tidak mau boot up, dengan error hal.dll tidak ketemu. Setelah coba-coba, ternyata partisi windows bukan lagi menjadi partisi pertama dari MBR, tadi partisi ketiga, padahal ketika instalasi partisi tersebut adalah partisi pertama.
Okelah, jadi terpaksa cari-cari sebabnya dan dari beberapa situs kemungkinan memang saat ini update firmware dari apple lewat bootcamp masih membatasi bagaimana windows bisa diinstall, dan karena windowsnya juga sih yang belum support EFI, dan karena OSX juga tidak support MBR sih hehe.. Well kalau make MBR tidak bisa masang DRM sih, jadi pantes saja apple milih EFI ![]()
Anyway, kemudian terpaksa coba dengan empat partisi saja deh, yaitu untuk OSX, Fedora dan Windows. So instalasinya seperti ini :
- Install OSX dalam satu partisi penuh
- Install bootcamp ( punya saya bootcamp 1.3 )
- Bikin partisi untuk windows dari bootcamp assistant ( saya pasang 40 Gb fat32 hehe )
- Install windows, rubah partisi menjadi NTFS
- Buat partisi baru dari partisi OSX dengan DiskUtil : diskutil resizeVolume disk0s2 70G Linux Linux 30G
- Biar mudah install rEFIt, untuk GUI pada saat booting
- Setelah itu tinggal install Fedora dengan set swap nya menggunakan file.
There you go, sekarang bisa pakai OSX, Linux atau Windows sesuai kebutuhan atau mood
. Saya memang dari dulu kesengsem dengan linux sih, jadi walau sudah punya Unix with fancy UI alias OSX, masih saja demen dan pengen make linux :lol:
Sekarang ini masih nunggu agar bisa buat enam partisi seperti jumat kemarin, karena tidak begitu suka home user ada pada satu partisi, tidak bisa sewaktu-waktu di re-install atau diformat ulang. Beginilah kalau pas usil haha..
