Sedikit berpikir tentang Tuhan
Kemarin, saya menemukan berita yang tidak umum, ada orang masuk ke kandang singa sambil berkata ‘Tuhan akan menyelamatkanku, kalau dia ada’. Beberapa orang akan menganggap orang tersebut nekat, tidak berpikir, bahkan mungkin gila. Tapi satu hal adalah dia melakukan itu dengan dasar kepercayaannya terhadap Tuhan, yang dia yakini akan menyelamatkannya. Jadi bagaimana kita menilai hal tersebut ?
Dia percaya pada Tuhan, sayapun percaya pada Tuhan, tapi kalau ditanya apakah saya mau melakukan hal seperti itu ? jawabannya jelas, tidak
. Mengapa ? Karena ada kemungkinan ada perbedaan bagaimana saya dan dia mempercayai bagaimana Tuhan bertindak. Mungkin saja orang itu percaya bahwa Tuhan akan langsung bertindak ketika dia dalam bahaya, sementara saya percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan saya jika saya aktif menyelamatkan diri saya sendiri.
Mungkin itu bisa menjelaskan mengapa Paus sendiri ( of all people ) mempertanyakan mengapa Tuhan tidak bertindak, atau perkataan ‘There’s no God today‘ pada film tentang tenggelamnya titanic, judulnya sih lupa, tapi saya masih ingat seorang penumpang yang selamat pengatakan hal tersebut. Mungkin juga berkaitan dengan setiap pernyataan orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan atau yang percaya pada Tuhan tapi bukan Tuhan-nya orang yang beragama, yang seringkali mempertanyakan ketidak beresan dunia dan tidak adanya tindakan Tuhan untuk membereskannya.
Jadi ada sebagian manusia yang mempercayai keberadaan Tuhan dengan kepercayaan bahwa Tuhan itu aktif, setiap hari meneropong dunia dan secara aktif bertindak, memperbaiki disana-sini. Dan ada kepercayaan seperti yang saya anut, yang menurut saya adalah implementasi dari Islam, bahwa Allah itu memiliki dua sisi, yaitu aktif dan pasif. Hukum (sunah) Allah adalah aktif, setiap hari kita bisa saksikan terjadi di dunia ini dan scope-nya dari yang paling kecil (bagaimana perilaku molekul) sampai yang paling besar (bagaimana alam ini berjalan), dari alam ini sendiri sampai ke hukum sosial (tentang kelahiran, kematian, jodoh dsb). Sementara Allah sendiri adalah pasif-aktif, maksudnya Allah hanya akan bertindak ketika kita sendiri berinisiatif untuk bertindak. Paling tidak itulah interpretasi saya dari ajaran Islam, contohnya adalah yang mengatakan ‘Allah akan menolong umat-Nya jika umat-Nya menolong diri mereka sendiri’ dan ‘jika engkau mendatangi-Ku dengan berjalan, maka aku akan mendatangimu dengan berlari’ ( perlu cari referensinya nih ), dan juga pemahaman saya selama 30 tahun terakhir ini :lol:
Saya disini tidak dalam rangka menghakimi, hanya mencoba memahami ![]()
