Kuncinya adalah proses bisnis!

Ketika sarapan tadi saya sempat kepikiran mengenai proyek terakhir yang saya kerjakan. Proyek yang sebenarnya tidak berbeda dengan proyek-proyek lain, hanya saja unik karena proyek pekerjaan saya pada proyek ini adalah semacam disaster recovery.

Proyek ini seharusnya berakhir pada desember 2006, dari mulai pengerjaan oktober 2006. Tetapi karena perusahaan yang diberi wewenang untuk mengerjakannya ternyata tidak dapat memenuhi deadline sesuai kesepakatan ( dengan kata lain subkonnya ngaco ), maka akhirnya saya dan beberapa teman diterjukan.

Recoverynya sendiri berjalan dari pertengahan desember sampai pertengahan maret 2007. Selama tiga bulan. Tidak berbeda dengan waktu yang seharusnya menjadi tanggung jawab subkon. Kalau dipikir-pikir jadi tidak berbeda dong tim saya dengan subkon tersebut ?

To our defence ( hehe bahasanya ), tim saya berangkat dengan posisi sebagai programmer semua, jadi kita nanti dibawah subkon yang memang selama ini menjadi team leader dari proyek. Dan karena posisi sebagai programmer, yang dikerjakan haya level programming, tidak mencakup scope yang lebih luas. Kemudian pada bulan januari, ketika kemudian subkon tidak lagi mau mengerjakan, kami mulai harus memikirkan semua aspek dari aplikasi, mulai dari proses bisnis, core dan sistem pendukung pada aplikasi dan pengerjaannya sendiri.

Dan itu yang benar-benar menghabiskan waktu. Saya merubah modul yang saya kerjakan sampai empat kali karena harus menyesuaikan dengan proses bisnis ( pada saat pertama dibuat, masih merujuk ke dokumen dari subkon, yang ternyata tidak sesuai dengan proses bisnis ), dan perubahannya, serta karena harus menyesuaikan dengan sistem pendukung ( database connection pooling ). Dan itu juga terjadi untuk semua modul yang kami kerjakan.

Jadi selama tiga bulan ini kami mengerjakan modul yang sama berulang-ulang karena satu dan lain hal. Jadi pengerjaannya sampai tiga bulan.

Sekarang ini sih ketika bisa berpikir lebih jernih, hal tersebut tidak boleh terjadi lagi..

  1. Tidak usah lagi menggunakan subkon selama masih bisa dikerjakan sendiri, which means total control.
  2. Apapun situasi proyek, hal yang paling penting sebelum mulai mengerjakan adalah tahu sasaran pengerjaan, yaitu proses bisnis.
  3. Sebelum pengerjaan dimulai ( menyambung dari point 2 ), harus tahu juga secara garis besar sistem yang akan kita kerjakan atau seperti kasus ini sistem yang ada.
  4. Untuk kasus seperti ini, yang pertama kali harus dikerjakan adalah mempelajari bisnis proses terlebih dahulu.
  5. Berulang-ulang tapi penting, yaitu pemahaman atas bisnis proses.
  6. Jika tidak berhasil, kembali ke point 2 :lol:

Hambatan yang paling besar adalah bahwa pada deadline, kustomer pasti ingin melihat hasilnya. Dan pasti tidak akan berhasil dengan target pertama pengerjaan adalah proses bisnis. Tapi tanpa hal itu, yang terjadi adalah seperti yang saya alami, yaitu pengerjaan hal-hal yang sama berulang-ulang. Oleh karena itu, hal pertama yang harus diselesaikan adalah proses bisnis.

Yang dapat dilakukan adalah dengan membagi waktu tersisa dari proyek untuk mempelajari bisnis proses, seminggu atau dua minggu, baru kemudian, harus dengan kerja keras, membangun aplikasinya. Sama saja dengan pembangunan aplikasi secara normal yah.. oh well :lol:

Tags: , ,

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)