Archive for the ‘Sok Mikir’ Category

Merasa puas atau ganti prioritas ?

Saya selalu merasa sebagai seorang yang selalu ingin maju, ingin belajar teknologi-teknologi baru, dan selalu punya kemauan untuk menghadapi kesulitan-kesulitannya. Saya memang seperti itu.

Dulu kalau melihat teman-teman kuliah yang sudah mapan dan mulai malas belajar hal-hal baru, saya sering bersyukur karena tidak jadi masuk bumn dan bekerja di vendor, dimana pikiran kita selalu dituntut untuk diasah dan belajar hal baru menjadi kewajiban. Saya selalu berpikir bahwa tetap belajar, tetap memberi makan otak dengan hal-hal yang baru itu menyehatkan, membuat kita selalu fres dan itu membuat saya merasa hidup. Paling tidak, saya sangat menikmati hidup seperti itu.

But things change.. Hidup itu pada hakekatnya adalah perubahan. Nature’s call kata orang. Dan termasuk juga saya..

Belakangan ini saya merasa antusias saya belajar hal baru mulai berkurang. Masih ada sih keinginan belajar hal baru, seperti sekarang ini sedang baca-baca objective-c dan cocoa, masih coba-coba wicket juga, tapi desire-nya sudah tidak seperti dulu yang benar-benar menggebu-gebu tanpa kenal lelah dan waktu :D. Sekarang ini sepertinya lebih mengenal waktu, waktu untuk istirahat, waktu nonton tv, waktu ngobrol dengan istri dan insya Allah sebentar lagi waktu untuk bermain-main dengan anak.

Change of heart. Itulah yang terjadi..Kadang saya berpikir, hidup sekarang ini sudah cukup, sebentar lagi akan ada si kecil yang menjadi bagian dari hidup, dan mengejar pengetahuan, walaupun masih tetap penting, sudah bukan lagi menjadi pikiran utama, kata teman saya bukan fitur, tapi nice to have.

Lucu juga, sebelum menulis ini, saya akan menulis bahwa merasa puas itu bahaya untuk pikiran, karena ketika kita sudah merasa puas, biasanya kita tidak lagi punya kemauan untuk melihat yang lebih tinggi dan lebih luas lagi. Tapi ternyata ketika menulis, pada akhirnya saya malah menerima keadaan.

But that’s life.. people change

Tags:

Langka berarti berhasil ?

Tadi saya lihat berita tentang bapak wapres kita mengatakan bahwa kelangkaan gas yang tiga kilo menandakan bahwa program konversi minyak tanah berhasil. Jika berhasil seperti itu bukannya kemudian seharusnya minyak tanah jadi melimpah ? Karena sudah jarang yang beli. Tapi kenyataannya di banyak daerah kelangkaan minyak tanah masih saja terjadi.

Logika darimana ya yang dapat dijadikan justifikasi bahwa suatu program berhasil karena barang kemudian menjadi langka? Apakah bisa dikatakan kita sedang swa sembada beras ketika beras tidak ada dipasaran ? Sangat jauh dari realitas. Sudah jelas pemerintah tidak mampu menjalankan programnya sendiri, tapi masih bisa berdalih mengatakan berhasil.

Mungkin pak jk sudah berhasil belajar dari pemerintah amerika pimpinan si dubya, yang mengatakan bahwa surge (penambahan pasukan) di irak menandakan bahwa amerika berhasil memenangkan perang. Atau memang pola pikir keduanya sama ?

Memang sangat tidak layak memimpin negara.. apalagi jadi presiden.

Tags: ,

Halah.. mbok malu toh syekh

Buat syekh puji, mbok ya sadar diri, sadar agama sebelum menggunakan dasar agama sebagai pembenaran kelakuan sendiri. Sudah tua kok mau menikahi anak dibawah umur.

Yang bersangkutan bilang kalau ada dasarnya dalam agama kan, pasti mengacunya pada pernikahan Nabi SAW dan Aisyah ra, yang katanya pada saat beliau berusia 9 tahun.

Saya nemu situs yang membahas ini secara mendalam disini, coba baca dulu deh sebelum memalukan diri sendiri dan agama anda.

Saya cuplik satu deh :

PROOF #5: BADAR War and UHUD There is a story about the participation of Aisyah in Badr war which is can be found in Moslem Hadist, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Part: karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, when she mentioned about one of the most important moments during her journey in Badar war, said : “when we reached Shajarah”. From this statement, it is obvious that Aisyah was the member of the journey headed to Badar. A story about her participation in Uhud war is mention in Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Part: Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas recorded that on the day of Uhud war, people could not stand close to Muhammad and on that day I saw Aisyah and Umm-i-Sulaim from far.” Again, this statement shows the presence of Aisyah in both wars. Uhud and Badr. Told by Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar said that Muhammad didn’t not allow him to participated in Uhud war, because on that time, Ibnu Umar was only 14 years old. But when in Khandaq war, he was 15 years old so Muhammad allowed him to participated in the war.” Based from the stories, (a) People aged under15 years old will be sent home and not allowed to follow the war, (b) Aisyah followed the Badar war and Uhud war. CONCLUSION: The participation of Aisyah in Badar war and Uhud war was clearly indicated that she wasn’t 9 years old at that time but at least was 15 years old. Besides, the women who followed their husband to the war was had function, helping and support their husband and not just to be a burden for their husband. This also another proof about the contradiction of Aisyah’s age when she got married.

Intinya adalah Aisyah ra turut serta dalam perang Badar dan Uhud, dan syarat untuk mengikuti perang adalah berusia 15 tahun.

Jadi pernikahan anda itu tidak berdasar kan? malu syekh, mau ma gelar sendiri dong.. kalo tidak mau malu kepada Allah.

Tags:

Bener gak yah ?

Tadi ketika shalat jumat, temen kantor saya yang berdiri di depan saya tiba-tiba jatuh pingsan. Jadi saya dan seorang lagi membatalkan shalat dan menolong temen saya itu. Setelah jum’atan selesai dan temen saya sudah tenang, baru kepikiran untuk melanjutkan shalat.

Bapak yang tadi bareng menolong pada awalnya sudah mengajak jamaah, tapi setelah jumat selesai beliau malah shalat duluan, jadi saya juga akhirnya shalat sendirian dua rakaat. Nah, bener gak shalat saya itu ya ?

Saya tau pada hari jumat tidak ada dzuhur, jadi bukan empat rakaat, jadi saya shalat sesuai aturan shalat jumat, kecuali sendirian. Semoga sih pemikiran saya tidak salah :)

Menjelang Ramadhan

Bulan ramadhan sudah menjelang tiba. Tinggal tiga hari lagi sebelum kita diwajibkan untuk berpuasa, bagi kaum muslim yang mampu. Sebelumnya saya ucapkan Selamat kepada semua kaum muslim yang sudah mendapatkan anugerah Allah sehingga akan menikmati kembali salah satu nikmat Allah yaitu berpuasa :).

Saya sebenarnya punya keinginan untuk membayangkan bulan puasa yang damai dan tenang juga tentram, tapi melihat kondisi sehari-hari di jakarta ini, keinginan tinggal keinginan. Toh baru keinginan untuk membayangkan kok..<!–more–>

Setiap puasa ada beberapa hal yang mengganjal, seperti akan beredarnya mercon dan semakin senangnya anak-anak menyalakan dengan semakin dekatnya Idul Fitri. Razia malam pada tempat hiburan malam akan semakin gencar. Acara-acara televisi dan para selebritis tiba-tiba mendapatkan Religious Rejuvenation. Dan tudingan beberapa orang terhadap umat Islam indonesia yang menuduh umat Islam indonesia gila toleransi ketika puasa.

Mercon. no comment deh.. emang susah. better get used to it. fast..

Razia malam, biasa yang dilakukan oleh FPI, terhadap beberapa tempat hiburan malam dan kemudian diiringi dengan perusakan-perusakan, bahkan juga bisa sampai pemukulan, semoga tidak akan terjadi lagi. Daripada datang-datang merusak kegiatan, yang notabene tidak semua yang datang adalah yang beragama Islam, mendingan tanyain pengunjungnya satu-satu kemudian kalau ternyata Islam, diajak ke masjid, shalat berjamaah kemudian sahur bareng. No harm done.

Sebentar lagi kita akan melihat barisan para selebritis yang ketika sebelumnya memakai baju seksi tiba-tiba muncul dengan jilbab, main sinetron berbau Islam ( belum tentu Islami ), menjadi pemandu acara keagamaan dan berwajah (seperti) teduh dan tenang ketika diwawancarai. Setelah ramadhan selesai, balik lagi ke seksi dan ignoramus. Untungnya saya tidak suka nonton tv indonesia. Mungkin acaranya Quraish Shihab yang nanti layak ditonton. Atau mendingan nonton shaun the sheep. Well, that’s our celebrities. Mau dibilang salah juga gak bakalan ada yang denger kok :D.

Tekanan bagi umat non Islam pada setiap bulan Ramadhan adalah adanya tuntutan sebagian umat Islam, yang mengatasnamakan umat Islam Indonesia, yang meminta umat non Islam untuk mengikuti ritme umat Islam. Which is ridicoulus. Warung-warung harus tutup, atau buka dengan kain menutupi, restoran juga seperti itu. Penjual-penjual makanan tidak boleh berjualan. Dengan alasan toleransi terhadap yang menjalankan puasa. Menurut saya sih gak perlu semua itu. Salah satu esensi puasa adalah menimbulkan kembali empati kita ke kaum yang lebih tidak mampu, sehingga setelah puasa kita akan selalu mengingat bagaimana tidak enaknya lapar, bagaimana lapar bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang pada saat kita kenyang tidak mungkin muncul.

Nah, bukankah hal itu akan lebih mudah dengan tidak tutupnya warung-warung makanan ? Kita akan merasakan bagaimana seorang yang tidak mampu membeli makanan padang ketika melewati rumah makan dan membaui masakannya. Padahal maksimal 12 jam kemudian kita bisa kembali dan makan sepuasnya. Sementara itu banyak yang tidak bisa makan karena tidak mampu membeli.

Jika warung dipaksa tutup, kita akan dengan cueknya lewat. Iya nggak?. Oleh karena itu tuntutan-tuntutan seperti ini tidak perlu lagi diadakan. Tidak akan membawa kebaikan kepada siapapun. Jika ada yang puasa kemudian makan diwarung sebelum waktu buka, itu pilihan orang tersebut, bukan salah warungnya. Warungnya tutup pun dia bisa membatalkan puasanya dengan minum atau mencuri-curi makan kok.

Sekali selamat menunaikan kewajiban beribadah puasa bagi umat Islam indonesia. Semoga Ramadhan tahun ini bisa membuat kita menjadi Muslim dan Mukmin yang lebih baik dan membuat kita termasuk orang-orang yang taqwa dan bersyukur. Amin.

Tags: ,

FPI ngapain sih ?

Memang mengherankan, katanya Front Pembela Islam, tapi banyak tindakannya malah secara tidak langsung menhujat Islam. Padahal sudah bertahun-tahun berulah tapi tidak ada yang menindak. What’s up with that ?

Anyway, saya tidak tau apa yang terjadi di monas, apalagi dari berita-berita yang beredar sekarang ini, semuanya memojokkan FPI, bahkan ada yang nerusin ke masalah fatwa sesat MUI, jadi kemudian salah MUI :))

Tidak ada yang salah dengan fatwa MUI, karena MUI jelas menunjuk kepada hal yang salah kok. Dan rasanya tidak ada hubungan antara fatwa MUI dan tindakan FPI. Orang fatwa MUI itu jelas scope-nya adalah umat Islam indonesia.

Yang jelas salah adalah FPI. Entah benar mereka di provokasi atau tidak, tapi seharusnya ada yang lebih penting lagi untuk dilakukan yaitu menyebarluaskan apa sih qadianisme itu kepada masyarakat. Saya percaya tidak banyak umat Islam yang paham sebenarnya ajaran itu seperti apa.

Bahwa ada penganut qadianisme yang marah ketika dibilang dia bukan muslim membuktikan kalau banyak yang hanya ikut2an atau sebenarnya tidak paham tapi ngangguk-angguk saja.

Itu lebih penting daripada arak-arakan ke istana membawa bendera-bendera dan teriak-teriak yang mending kalo didengarkan, paling hanya jadi bahan tontonan doang.

Tags:

Surga anda seperti apa ?

Ada banyak sekali referensi tentang bagaimana surga menurut Al-Qur’an, tapi sebagian diperuntukkan khusus untuk orang-orang pada masa Nabi SAW. Bagi kita sekarang ini, apalagi yang hidup dipegunungan, di desa-desa, perumpamaan surga itu seperti taman indah yang dilalui oleh sungai-sungai yang didalamnya mengalir madu dan susu rasanya tidak terlalu menarik. Orang tiap hari sudah bisa melihat alam yang indah kok.

Tapi dalam Al-Qur’an juga dinyatakan bahwa surga itu tidak akan seperti yang kita semua bayangkan, jadi surga masih bisa saja hal yang lain. Seperti saya ini, bagi saya surga itu adalah rumah yang didalamnya ada beberapa kamar. Kamar pertama adalah kamar yang berisi semua buku yang ada didunia ( dan di akhirat deh ) dan buku apapun yang saya inginkan. Kamar kedua adalah home theater yang berisi semua film yang pernah dan akan ada, dan juga yang belum pernah dibuat. Kamar ketiga adalah kamar yang berisi games yang pernah ada dan yang belum ada. Kamar terakhir adalah kamar tidur saya dan istri hehe.

Not much, tapi bagi saya, seperti itulah surga itu seharusnya. Dan tentu saja berbeda dengan pandangan orang lain.

So, bagaimana surga anda ? :D

Tags: ,

Hanya yang tidak benar akan benarkan yang tidak benar

Andaikata saya ini seorang yang dicurigai oleh banyak orang sebagai tukang racun, kemudian saya membuat dua kue dengan salah satunya bertuliskan tidak beracun, dan pada kue yang satunya lagi tidak ada tulisan apapun, bagaimana kesimpulan anda ? Kue mana yang akan anda makan ? Saya sendiri tidak akan memakan keduanya, karena saya yang bikin kue itu hehe.. Tapi jika saya sebagai orang lain sih saya juga tidak akan memakan keduanya, walaupun pada salah satu kue ada tulisan tidak beracun, tulisan tersebut adalah tulisan pembuat kue, jadi jika pembuat kuenya diragukan, apalagi tulisannya..

Dalam Islam, dua hal pokok yang menjadi pegangan umat Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Dalam tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah keduanya dikuatkan dengan hadits nabi ketika beliau SAW akan wafat. Saya tidak akan membahas keilmuannya, tapi singkatnya, Al-Qur’an dan Sunnah ( dalam Hadits ) dijaga dan diturunkan oleh para sahabat Nabi. Sepertinya sih semua orang tau..

Bagi satu aliran, para sahabat Nabi itu seperti sang pembuat roti diatas, yang dicurigai sebagai pembuat hadits palsu, dan sebagaimana manusia biasa akan gampang lupa atau gampang salah. Roti buatan para sahabat adalah Al-Qur’an dan Hadits. Dan karena dalam Al-Qur’an ada jaminan autentik, maka yang dipercaya hanyalah Al-Qur’an. Ya, mereka adalah aliran ingkar sunnah.

Biasanya alasan awal yang dikemukakan adala bahwa ilmu dalam Al-Qur’an sudah cukup untuk mengetahui apa yang perlu diketahui, termasuk bagaimana cara beribadah dan sebagainya. Tapi ketika dipertanyakan beberapa ayat Al-Qur’an yang menyatakan dan menghimbau agar umat Islam memperhatikan dan mencontoh Nabi-Nya, maka argumen akan berganti menjadi seperti diatas, para sahabat itu hanya manusia yang cenderung lupa dan salah, dan sampai kepada tuduhan bahwa para sahabat tersebut memalsukan hadits.

Jika pertanyaan roti diatas ditanyakan kepada mereka, mereka akan makan roti yang bertuliskan tidak beracun, alasannya adalah roti tersebut tidak beracun karena ada tulisannya.

Saya ingat ketika berdiskusi dengan seorang yang menganut ingkar sunnah, tiba-tiba ada yang komentar Islam itu sungguh luas, sungguh indah, banyak sekali alirannya, banyak penafsirannya. Well, ingkar sunnah itu tidak benar.. dan yang membenarkan yang tidak benar juga tidak benar.

Tags:

Ngomong-ngomong masalah ahmadiyah

Nampaknya masalah ahmadiyah kembali marak belakangan ini. Kebetulan saya pernah beberapa kali ngobrol dengan anggota cult ini, dan juga membaca-baca obrolan milis antara anggota ahmadiyah dengan banyak orang, jadi saya punya beberapa kesan yang sepertinya layak ditulis.

Mukjizat

Coba saja tanyakan apakah ahmadiyah percaya akan mukjizat Allah. Jawabnya tentu percaya, tapi seberapa percaya ? Dari apa yang saya perhatikan, mereka percaya bahwa mukjizat itu ada penjelasan ilmiahnya, entah itu sekarang maupun dimasa depan.

Bagaimana menjelaskan Nabi Isa AS menghidupkan orang yang sudah mati ? atau menyembuhkan kusta ? Jawabnya bisa simpel, dokter-dokter jaman sekarangpun bisa. Menghidupkan yang jantungnya baru berhenti dan dengan obat tentunya. Tapi bisakah dengan hanya tangan kosong ? dengan hanya mengusap tangan ? sure they dont..

Bagaimana dengan Nabi Musa, membelah laut ketika melarikan diri dari firaun ? Atau yang simpel aja merubah tongkatnya menjadi ular.

Atau ketika Nabi Ibrahim As dibakar oleh namrud, api diperintahkan untuk mendingin, sehingga Nabi Ibrahim AS selamat. Ada yang lucu dengan hal ini, karena ada penafsiran bahwa hujan turun sehingga api padam :D padahal jelas-jelas firman Allah adalah api, dinginlah, bukan api padamlah. Dan saya rasa namrud bukan orang bodoh, karena pembakaran tersebut adalah public execution agar tidak ada lagi yang berani menentang, bisa saja diulangi besoknya kalau hujan turun, atau dibakar di aula.

Yang paling terlihat adalah mereka menolak pemahaman bahwa Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah pada saat akan disalib dan diangkat ke langit. Ada alasan mengapa mereka menolak hal tersebut

Nabi Terakhir

Ahmadiyah berpendapat bahwa khataman nabiyyin itu maksudnya bukanlah penutup para nabi, tapi nabi terbaik, sehingga masih dimungkinkannya turun nabi-nabi baru. Padahal banyak hadits yang juga menjelaskan bahwa Nabi MUhammad SAW adalah nabi/rasul penutup, seperti batu bata terakhir yang dipasang pada dinding sehingga dinding itu utuh.

Pendapat mereka kemudian dikaitkan dengan kepercayaan bahwa umat Islam mempercayai bahwa Nabi Isa AS masih ada dilangit, jadi menurut mereka itu adalah bukti bahwa ada nabi setelah Rasulullah SAW. Dan fakta bahwa Nabi Isa AS itu nabi sebelum Muhammad SAW tidak merubah anggapan tersebut.

Dan oleh karena itu untuk menutupi kevakuman nabi, maka si ghulam memproklamirkan diri sebagai nabi :D how nice of him. Itulah alasan mengapa Nabi Isa AS harus sudah meninggal, karena jelas-jelas mirza bukanlah Beliau AS.

Imam Mahdi

Tidak lengkap jika membahas mirza ghulam tanpa penetapan dirinya (sendiri) sebagai Imam Mahdi, yang diturunkan untuk meluruskan dunia. Menurut hadits Rasul SAW, imam mahdi akan meninggal setelah melakukan haji, sementara mirza meninggal tanpa pernah berhaji.

Dan hal yang selalu dikedepankan oleh ahmadiyah adalah bahwa Imam Mahdi menurut hadits akan turun dari langit diiringi oleh malaikat. That’s their golden gun. Their WMD :D . Menurut mereka, hal tersebut mengada-ada dan sangat menggelikan. Menurut mereka ‘jika emang imam mahdi menurut lu adalah superman, silahkan saja tunggu sampe kiamat’. Begitu kira-kira. Dan yang lebih menggelikan adalah argumen ini diulangi dimana-mana dan disetiap diskusi.

You know, berita tentang imam mahdi itu datangnya dari hadits. Ahmadiyah mempercayai bahwa berita itu benar ( tentu saja dong, kalo tidak ya lucu ), tapi menolak hadits lain yang menejelaskan lebih lanjut. Isn’t that funny ?

Dari awal saya singgung tentang mukjizat Allah, saya rasa semua bisa setuju kalau turunnya Imam Mahdi adalah juga sebuah mukjizat. Dan kalau anda percaya dengan mukjizat, akan mudah mempercayainya. Tapi kalau anda percaya mukjizat, maka mau tidak mau klaim mirza ghulam gugur dengan sendirinya.

Imam Mahdi sudah sedemikian populer sehingga apa tujuan utama diturunkannya Beliau As malah terlupakan sama sekali, yaitu bahwa kedatangan Beliau AS adalah salah satu tanda bahwa kiamat sudah dekat. Sama juga dengan kedatangan dajjal, yang juga merupakan tanda dekatnya kiamat, hanya saja tidak ada yang klaim sebagai dajjal :D

Logika

Hal yang sering sekali diungkapkan adalah seharusnya umat Islam lebih mengedepankan logika daripada percaya pada hal-hal yang tidak jelas seperti Nabi Isa yang ada di langit dan Imam Mahdi yang diturunkan seperti superman.

Seharusnya hal seperti itu ditanyakan kepada diri sendiri dulu, dasar ahmadiyah itu logika atau kepercayaan ? Seberapa jauh logika ada dalam agama mereka ? Apakah logika mereka sudah bisa membenarkan keberadaan Allah ? Atau mereka percaya dulu baru logika itu bisa diterapkan ? Atau menggunakan logika mana mereka percaya satu hadits dan totally deny hadits lain ?

Pot, kettle, black.

Curse

Saya sering membaca ketika mereka sudah tidak bisa membalas pertanyaan atau bantahan dalam satu forum diskusi, yang kemudian muncul adalah ancaman-ancaman bahwa siksa Allah akan turun bagi yang tidak percaya atau doa semoga Allah menyiksa orang-orang yang membantah kebenaran.

Tapi belum pernah membaca atau mengalami ketika diskusi dengan orang-orang indonesia. Cursing dalam bahasa indonesia kurang artistik kali :D

Toleransi & Pluralisme

Ahmadiyah adalah salah satu pendukung pluralisme dan keberagaman agama. Tentu saja.. dan kalau mau berpikir, tentu anda tau sebabnya.

Bahwa pada awal abad 20 mereka mendeklarasikan diri bukan bagian Umat Islam dan Umat Islam sedunia itu kafir sudah terlupakan sama sekali.

———

Well, that’s it. Itu yang kepikiran sampai malam ini.. kalau ada yang come up nanti ditambahin lagi.

Tags: ,

Demokrasi dan kebebasan berbicara

Pas muter-muter baca dimana-mana, saya sering lihat yang memprotes UU ITE dan mengkaitkannya dengan kebebasan bicara dan demokrasi. Rasanya kok tidak pas penempatan kebebasan bicara dan demokrasi pada satu konteks yang sama, karena toh dua hal itu adalah dua hal yang tidak ada kaitannya sama sekali.

Demokrasi adalah proses politik yang melibatkan semua pihak secara aktif. Setiap unsur dalam kelompok ( baik itu negara, masyarakat, keluarga ) punya kewajiban dan hak yang sama dalam rangka ikut serta menentukan tujuan dari kelompok dan bagaimana pencapaiannya.

Sementara kebebasan berbicara adalah salah satu hak yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu dalam kelompok.

Kelompok yang berdemokrasi seharusnya melindungi kebebasan berbicara, terutama dalam rangka partisipasi aktif anggotanya terhadap proses demokrasi. Kekebasan seperti seharusnya mutlak diberikan dan tidak dapat diganggu gugat karena diperlukan agar proses demokrasi dapat berjalan terus menerus.

Kebebasan berbicara dalam konteks lain, tentunya seharusnya akan tergantung pada konteks tersebut. Misalnya saja mencaci-maki orang, apakah bisa dikategorikan dalam kebebasan berbicara ? Atau teriak-teriak ditengah kampung pada jam 12 malam ? :lol Kedua hal tersebut tidak akan bisa dilindungi oleh kebebasan berbicara karena ada pihak lain yang ikut terpengaruh.

Jadi ada batasan-batasan yang sangat halus, dan biasanya tidak jelas apa itu, yang membatasi kebebasan berbicara. Kecuali dalam ruang lingkup proses demokrasi tentunya.

Gampangnya sih dalam negara demokratis, kebebasan bicara dapat dilindungi, tapi juga dapat dikekang. Begitu pula pada negara yang tidak demokratis, walau kemungkinan dilindunginya jauh lebih kecil.

Kembali ke UU ITE, sebagian besar sangat baik, walau ada beberapa pasal yang menkhawatirkan banyak orang. Nanti dibahas setelah saya baca secara teliti deh :D

Tags: , ,