Banjir besar (lagi)

Jakarta banjir (lagi)!! setelah diguyur hujan selama dua hari, ternyata jakarta membuktikan dirinya tidak mampu mengatasi apa yang seharusnya menjadi berkah dari langit, dan merubahnya menjadi bencana bagi orang-orang yang tinggal didalamnya.
Kalau melihat skalanya, di tivi, rasanya kok tahun ini banjirnya jauh lebih besar dari banjir serupa sebelumnya pada tahun 2002. Perbandingannya jelas, wilayah- wilayah yang pada banjir sebelumnya tidak terkena, pada tahun ini juga mendapatkan bagian.
Seingat saya, pada tahun 2002 juga terjadi hujan terus menerus selama 2 hari, sama seperti kejadian tahun ini, tetapi tahun ini daya rusaknya melebihi banjir yang lalu.
Mengapa ?
Yang jelas jakarta sudah berubah sejak banjir besar tahun 2002. Sayangnya perubahan tersebut tidak menuju ke jakarta yang lebih siap menghadapi curah hujan tiap tahun, tapi mengarah ke pertumbuhan ekonomi, dengan munculnya mal-mal dimana-mana, perumahan-perumahan baru dan jalan-jalan baru yang menghubungkannya dengan kota jakarta, yang secara tidak langsung sudah mengambil hak air hujan seperti tanah resapan dan jalur air keluar jakarta.
Konsekuensinya jelas, banjir lagi dan lagi dan lagi.
So, siapa yang bisa kita tunjuk sebagai kambing hitam ? selain kambing itu itu sendiri ? :lol:. Pihak mana yang menjadi sumber permasalahan sehingga pembangunan jakarta tidak lagi memperhatikan lagi akibat-akibat yang mungkin muncul ?
Para pengusaha mencoba mencari banyak untung dengan mendirikan mal-mal baru, pemerintah yang dengan senang hari menyetujui pembangunannya, atau masyarakat yang tidak disiplin membuang sampah, membersihkan lingkungan, termasuk selokan, dan sangat senang dengan mal-mal baru ?
Hmm.. apa kita salahkan saja Tuhan karena sudah tau jakarta dihujani bakalan banjir tapi masih tetap menurunkan hujan ?

Tags: ,

No Comments