Archive for April 25th, 2008

Hanya yang tidak benar akan benarkan yang tidak benar

Andaikata saya ini seorang yang dicurigai oleh banyak orang sebagai tukang racun, kemudian saya membuat dua kue dengan salah satunya bertuliskan tidak beracun, dan pada kue yang satunya lagi tidak ada tulisan apapun, bagaimana kesimpulan anda ? Kue mana yang akan anda makan ? Saya sendiri tidak akan memakan keduanya, karena saya yang bikin kue itu hehe.. Tapi jika saya sebagai orang lain sih saya juga tidak akan memakan keduanya, walaupun pada salah satu kue ada tulisan tidak beracun, tulisan tersebut adalah tulisan pembuat kue, jadi jika pembuat kuenya diragukan, apalagi tulisannya..

Dalam Islam, dua hal pokok yang menjadi pegangan umat Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Dalam tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah keduanya dikuatkan dengan hadits nabi ketika beliau SAW akan wafat. Saya tidak akan membahas keilmuannya, tapi singkatnya, Al-Qur’an dan Sunnah ( dalam Hadits ) dijaga dan diturunkan oleh para sahabat Nabi. Sepertinya sih semua orang tau..

Bagi satu aliran, para sahabat Nabi itu seperti sang pembuat roti diatas, yang dicurigai sebagai pembuat hadits palsu, dan sebagaimana manusia biasa akan gampang lupa atau gampang salah. Roti buatan para sahabat adalah Al-Qur’an dan Hadits. Dan karena dalam Al-Qur’an ada jaminan autentik, maka yang dipercaya hanyalah Al-Qur’an. Ya, mereka adalah aliran ingkar sunnah.

Biasanya alasan awal yang dikemukakan adala bahwa ilmu dalam Al-Qur’an sudah cukup untuk mengetahui apa yang perlu diketahui, termasuk bagaimana cara beribadah dan sebagainya. Tapi ketika dipertanyakan beberapa ayat Al-Qur’an yang menyatakan dan menghimbau agar umat Islam memperhatikan dan mencontoh Nabi-Nya, maka argumen akan berganti menjadi seperti diatas, para sahabat itu hanya manusia yang cenderung lupa dan salah, dan sampai kepada tuduhan bahwa para sahabat tersebut memalsukan hadits.

Jika pertanyaan roti diatas ditanyakan kepada mereka, mereka akan makan roti yang bertuliskan tidak beracun, alasannya adalah roti tersebut tidak beracun karena ada tulisannya.

Saya ingat ketika berdiskusi dengan seorang yang menganut ingkar sunnah, tiba-tiba ada yang komentar Islam itu sungguh luas, sungguh indah, banyak sekali alirannya, banyak penafsirannya. Well, ingkar sunnah itu tidak benar.. dan yang membenarkan yang tidak benar juga tidak benar.

Tags: