Archive for April 16th, 2008

Demokrasi dan kebebasan berbicara

Pas muter-muter baca dimana-mana, saya sering lihat yang memprotes UU ITE dan mengkaitkannya dengan kebebasan bicara dan demokrasi. Rasanya kok tidak pas penempatan kebebasan bicara dan demokrasi pada satu konteks yang sama, karena toh dua hal itu adalah dua hal yang tidak ada kaitannya sama sekali.

Demokrasi adalah proses politik yang melibatkan semua pihak secara aktif. Setiap unsur dalam kelompok ( baik itu negara, masyarakat, keluarga ) punya kewajiban dan hak yang sama dalam rangka ikut serta menentukan tujuan dari kelompok dan bagaimana pencapaiannya.

Sementara kebebasan berbicara adalah salah satu hak yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu dalam kelompok.

Kelompok yang berdemokrasi seharusnya melindungi kebebasan berbicara, terutama dalam rangka partisipasi aktif anggotanya terhadap proses demokrasi. Kekebasan seperti seharusnya mutlak diberikan dan tidak dapat diganggu gugat karena diperlukan agar proses demokrasi dapat berjalan terus menerus.

Kebebasan berbicara dalam konteks lain, tentunya seharusnya akan tergantung pada konteks tersebut. Misalnya saja mencaci-maki orang, apakah bisa dikategorikan dalam kebebasan berbicara ? Atau teriak-teriak ditengah kampung pada jam 12 malam ? :lol Kedua hal tersebut tidak akan bisa dilindungi oleh kebebasan berbicara karena ada pihak lain yang ikut terpengaruh.

Jadi ada batasan-batasan yang sangat halus, dan biasanya tidak jelas apa itu, yang membatasi kebebasan berbicara. Kecuali dalam ruang lingkup proses demokrasi tentunya.

Gampangnya sih dalam negara demokratis, kebebasan bicara dapat dilindungi, tapi juga dapat dikekang. Begitu pula pada negara yang tidak demokratis, walau kemungkinan dilindunginya jauh lebih kecil.

Kembali ke UU ITE, sebagian besar sangat baik, walau ada beberapa pasal yang menkhawatirkan banyak orang. Nanti dibahas setelah saya baca secara teliti deh :D

Tags: , ,