Archive for January 9th, 2008
Membeli waktu itu mahal
Tadi pagi berangkat dari rumah jam 6.10. Cukup pagi untuk bisa berharap mendapatkan bis yang lega dan bisa memilih tempat duduk.
But one thing let to another.. baru mau sampe jalan raya, saya baru sadar kalau dompet ketinggalan. Mau kembali ke rumah sudah tanggung, tapi bagaimanapun gak bawa dompet agak riskan juga. Makanya sempat setengah jalan pulang, tapi kemudian memutuskan untuk tidak perlu membawa dompet, jadi balik lagi ke jalan.
Sesampai di jalan, mungkin ketika saya balik tadi ada bisa yang lewat, saya menunggu cukup lama, sampai jam 7 kurang 15 menit tidak juga ada bis jurusan senen yang lewat. Nah, jadi panik tuh karena mau naik taksi tidak membawa uang yang cukup hehe.. Jadi terpaksalah menelpon istri agak mencarikan dompet saya sehingga nanti sampai dirumah cukup ambil dan langsung pergi lagi. Tapi istri saya meminta saya tidak usah pulang, dompet mau diantar.
Kemudian, dengan terpaksa dan senang hati saya naik taksi dari larangan ke sabang, tempat kerja. Sampai di kantor jam 8.15 setelah melewati berbagai halangan dan tantangan sepanjang jalan ciledug raya :lol:
Jika saya menunggu bis dan terpaksa naik bis, mungkin bisa terlambat masuk kerja. Mungkin sekitar jam 8.30 -8.40 baru sampai. Itu perkiraan sih karena waktu tempuh diciledug sendiri relatif sama. Macet juga hehe.. Sementara dari jalan sudirman sampai ke kantor taksi bakalan lebih cepat 15-25 menit daripada bis, yang harus berhenti untuk menurunkan penumpang.
Dan untuk 15-40 menit itu saya harus membayar ekstra 35 ribu. Dibandingkan dengan sejam lebih yang membayar 5 ribu, bayaran ekstra itu memang mahal. But then again waktu adalah resource yang tidak terbarukan. Dan saya juga jadi tidak telat.
So it’s worth it.
Tags: Kantor, Perjalanan, Waktu
