Archive for December 7th, 2007
BAST rant
Saya sudah satu setengah bulan lebih resign dari perusahaan lama saya, dan pindah diperusahaan sekarang ini. Sebelum resign tentunya saya mengurus terlebih dahulu kewajiban dan hak saya sampai hari terakhir saya bekerja, karena saya masih memegang satu proyek sebagai project manager.
Prosesnya sih cukup sederhana, hanya mengisi form yang sudah diberikan dan kemudian minta tanda tangan dari pihak yang ada namanya di form tersebut. Ini yang sedikit menyusahkan, karena tidak semua orang yang namanya tertera di form tersebut gampang ditemui. Pokoknya seperti mengalami lagi masa-masa kuliah ketika akan mengambil Tugas Akhir
.
Karena saya merasa tidak berhutang apapun, seharusnya cepat selesai dong.. tapi ternyata tidak juga. Saya sempat heran ketika pihak MIS ngotot memeriksa data apa saja peralatan kantor yang saya pakai sampai dua kali, padahal dari awal saya bilang kalau semua peralatan kerja saya bawa sendiri ( laptop, mouse, modem sampai hard disk portable ). Untung saya tidak bawa meja sekalian hehe..
Setelah tiga hari berjuang
, akhirnya beres juga BAST-nya. Jadi saya bisa resign dan pindah kerja dengan hari lapang dan lega.. kalau tidak ada yang masih mengganjal. Dan yang paling mengganjal adalah bahwa saya masih mempunyai hak yang belum diberikan, yaitu uang dana pensiun, yang notebene adalah tabungan yang dipotong dari gaji saya setiap bulan. Dan jumlanya relatif tidak sedikit, belasan juta rupiah. Dan kalau ditambah dengan hak-hak yang lain, kalau dapat, bisa lebih besar lagi.
Lumayan untuk nambah-nambah biaya nikah
.
Fast forward ke hari ini.. Tidak ada kabar sampai dimana BAST saya sudah diurus. Minggu kemarin saya sempat mengirim email setiap hari menanyakan kabar, tetapi tidak pernah dijawab sampai kemudian saya cc email tersebut ke beberapa orang, dan ketika itu saya ditelpon oleh hrd dengan nada yang awalnya tidak ramah.
‘Kok gak sabaran banget sih’ itu kata-kata yang pertama kali diucapkan. Gak sabar bagaimana ya, saya sendiri heran. Kalau dokumen saya sudah lengkap dan saya sudah tidak bekerja lagi disana selama sebulan dan selama itu kan saya menunggu, kemudian saya dibilang ‘tidak sabar’ ?. Kalau masih seminggu kemudian saya ribut-ribut sih boleh saja dibilang tidak sabar. Tapi sudah sebulan lebih?
Dari dulu memang mengurus hak seperti lembur dan insentif memang lama dan berbelit-belit, tapi sekarang ini menurut saya berbeda karena hak saya sekarang ini adalah hasil gaji saya yang dipotong, bukan hasil dari apresiasi perusahaan.
Saya yakin kok kalo orang yang sekarang ini lelet itu resign dan dia punya banyak hak, pasti bakalan lebih cerewet dari saya sekarang ini.
Rant over.. udah males nulisnya :lol:
