Archive for December, 2007

Rahasia macet ?

Membaca laporan ini, ternyata sebuat peristiwa sehari-hari yang menyebalkan di jakarta, aka macet, dapat dijelaskan dengan rumusan matematika. Laporannya sendiri sebenarnya tidak jelas bagaimana rumusan matematikanya sendiri, tapi ada sedikit penjelasan bagaimana peristiwa kecil dijalanan bisa mempengaruhi keseluruhan perisitwa.

Melambatnya satu kendaraan, dengan sebab yang bisa bermacam-macam akan membuat kendaraan dibelakangnya juga melambat, dengan pelambatan yang lebih besar dan akan lebih besar lagi pada kendaraan dibelakangnya, dan pada akhirnya akan membuat jalanan berhenti pada beberapa kilometer dibelakang kendaraan pertama.

Kadang-kadang kita mengalami kemacetan parah dan panjang yang ketika lancar kembali asal dari macetnya tidak dapat dijelaskan. Nah rumusan itu nampaknya berusaha untuk menjelaskan kejadian seperti itu. Dan sangat masuk akal..

Untuk dapat menghindari peristiwa seperti itu, jalan keluarnya adalah dengan menjaga jarak antar kendaraan sehingga mobil akan bisa merespon kejadian didepan dengan lebih baik, dan tidak perlu ada perubahan mendadak pada kecepatan mobil, sehingga tidak ada pelambatan yang terus-menerus dimobil belakang, sehingga macet bisa dihindari.

Ok, bagaimana dengan jakarta ? hmm.. no hope :lol:

Tags: , ,

Qurban dan korban

Qurban menurut istilah berarti mendekatkan diri, sedangkan menurut Islam qurban adalah menilik kembali pendekatan diri kepada Allah seperti yang dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail.

Tanpa ragu-ragu Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS melaksanakan perintah Allah yang ‘tidak masuk akal’ yaitu mempersembahkan hidup Nabi Ismail AS dengan cara menyembelihnya. Dengan rahmat Allah SWT, peristiwa itu diakhiri dengan digantinya badan Nabi Ismail AS dengan seekor kambing.

Peristiwa itu diabadikan oleh Islam dengan perintah untuk menyembelih seekor kambing pada setiap idul adha atau idul qurban.

Dari situlah kata korban diturunkan. Tapi berbeda dengan pengertian awalnya, kata korban sekarang ini kebanyakan mengartikan seseorang itu kehilangangan sesuatu atau menjadi object dari sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan. Well, arti korban secara umum sekarang ini tidaklah mengenakkan.

Mau ‘berkorban’, ‘dikorbankan’ atau korban sendiri, selalu berkaitan dengan hal-hal yang secara normal tidak akan kita lakukan.

What a shame

Tags: ,

Self Interview

Q : Sebentar lagi anda menikah, jadi toh ?
A : Jadi kok

Q : Bagaimana perasaan anda ?
A : Biasa-biasa saja kok. Nothing special. Yah sama seperti hari-hari yang lain.

Q : Tidak deg-degan ? Tidak nervous ? Tidak stress ?
A : Tidak. Tidak. Tidak.

Q : Kok bisa tidak deg-degan ?
: A : Saya rasa semua deg-degan sudah habis ketika lamaran. Saat itu sih benar-benar deg-degan. Lebih stress daripada mau sidang tugas akhir pas kuliah

Q : Jadi semuanya sudah siap ?
A : Insya Allah semuanya sudah siap.

Q : Pestanya ? Undangan ? Makanan ?
A : Insya Allah sudah siap. Undangan sudah disebar, makanan sudah dimakan.

Q : Tidak ada culture shock ?
A : Maksudnya ?

Q : Transisi dari jomblo ke suami, kaget gak tuh ?
A : Lha belum tau juga, pastinya ada perbedaan sih, tapi rasanya bagaimana harus nanti setelah resmi jadi suami baru tau. Sekarang sih walau bagaimana kan masih tetap sama seperti kemarin, cuman sabtu minggu ada tempat lain selain kamar kos :D

Q : Kira-kira aja laah… kaget gak ?
A : Mau ngira-ngira bagaimana juga masih tetep gak valid selama belum ngalamin sendiri. Karena ketika sudah resmi jadi suami istri, dimensinya baru berubah (ngomong apa sih ? red). Sekarang ini seperti yang saya katakan barusan, masih sama seperti yang dulu-dulu. Masih tinggal di kamar kos, masih makan ayam goreng atau bebek goreng atau parahnya mie goreng buatan kumis :lol:

Q : Kalau apa yang sampeyan tau dari orang lain ?
A : Waduh, apa yang orang lain alami kan bukan apa yang saya akan alami, tentu saja berbeda dan itu unik untuk setiap orang.

Q : Jadi no comment ya ?
A : No comment gimana wong jawabnya panjang lebar gitu.

Q : Iya tapi panjang lebar bukan berarti anda menjawab. Jadi saya anggap no comment.
A : wise ass!!!

Q : No swearing please.
A : I will say what i want to say.

Q : Fine
A : Fine

Q : Fine!!
A : Fine!!

Tags: ,

Nope.. No Oracle Client on Crossover (yet)

Well setelah punya pikiran yang (tidak) canggih itu saya sempat ngotak-atik laptop selama dua hari saya mengambil kesimpulan bahwa untuk sementara ini belum memungkinkan untuk menginstall oracle client di virtual machine crossover.

Pada instalasi, ada ketidak cocokan library dyld yang dipake, dan saya sempet mencoba untuk mengcopy hasil instalasi oracle client pada windows saya dan sempat juga otak-atik di mac tetapi sqlplus maupun plsql developer tidak bisa menemukan oracle home-nya.

So.. terpaksa menunggu oracle release oracle 11g for mac. Yang sampai sekarang belum ada kejelasan juga.

Back to parallel… yang sekarang ini, parallel 3, bisa memakai bootcamp partition dengan lebih baik, tanpa ada BSOD ketika boot ke windows.

Tags: , ,

BAST rant

Saya sudah satu setengah bulan lebih resign dari perusahaan lama saya, dan pindah diperusahaan sekarang ini. Sebelum resign tentunya saya mengurus terlebih dahulu kewajiban dan hak saya sampai hari terakhir saya bekerja, karena saya masih memegang satu proyek sebagai project manager.

Prosesnya sih cukup sederhana, hanya mengisi form yang sudah diberikan dan kemudian minta tanda tangan dari pihak yang ada namanya di form tersebut. Ini yang sedikit menyusahkan, karena tidak semua orang yang namanya tertera di form tersebut gampang ditemui. Pokoknya seperti mengalami lagi masa-masa kuliah ketika akan mengambil Tugas Akhir :D.

Karena saya merasa tidak berhutang apapun, seharusnya cepat selesai dong.. tapi ternyata tidak juga. Saya sempat heran ketika pihak MIS ngotot memeriksa data apa saja peralatan kantor yang saya pakai sampai dua kali, padahal dari awal saya bilang kalau semua peralatan kerja saya bawa sendiri ( laptop, mouse, modem sampai hard disk portable ). Untung saya tidak bawa meja sekalian hehe..

Setelah tiga hari berjuang :P, akhirnya beres juga BAST-nya. Jadi saya bisa resign dan pindah kerja dengan hari lapang dan lega.. kalau tidak ada yang masih mengganjal. Dan yang paling mengganjal adalah bahwa saya masih mempunyai hak yang belum diberikan, yaitu uang dana pensiun, yang notebene adalah tabungan yang dipotong dari gaji saya setiap bulan. Dan jumlanya relatif tidak sedikit, belasan juta rupiah. Dan kalau ditambah dengan hak-hak yang lain, kalau dapat, bisa lebih besar lagi.

Lumayan untuk nambah-nambah biaya nikah :D.

Fast forward ke hari ini.. Tidak ada kabar sampai dimana BAST saya sudah diurus. Minggu kemarin saya sempat mengirim email setiap hari menanyakan kabar, tetapi tidak pernah dijawab sampai kemudian saya cc email tersebut ke beberapa orang, dan ketika itu saya ditelpon oleh hrd dengan nada yang awalnya tidak ramah.

‘Kok gak sabaran banget sih’ itu kata-kata yang pertama kali diucapkan. Gak sabar bagaimana ya, saya sendiri heran. Kalau dokumen saya sudah lengkap dan saya sudah tidak bekerja lagi disana selama sebulan dan selama itu kan saya menunggu, kemudian saya dibilang ‘tidak sabar’ ?. Kalau masih seminggu kemudian saya ribut-ribut sih boleh saja dibilang tidak sabar. Tapi sudah sebulan lebih?

Dari dulu memang mengurus hak seperti lembur dan insentif memang lama dan berbelit-belit, tapi sekarang ini menurut saya berbeda karena hak saya sekarang ini adalah hasil gaji saya yang dipotong, bukan hasil dari apresiasi perusahaan.

Saya yakin kok kalo orang yang sekarang ini lelet itu resign dan dia punya banyak hak, pasti bakalan lebih cerewet dari saya sekarang ini.

Rant over.. udah males nulisnya :lol:

Tags: , ,

Oracle client on Crossover ?

Saya tiba-tiba punya ide cemerlang (server.watt.narsis.mode = true, hehe). Karena ingin punya cara untuk koneksi dari mac ke oracle, walaupun SQL Developer sampai sekarang masih memuaskan, dan jika mungkin menggunakan toad atau plsql developer di mac, tiba-tiba saja kepikiran bagaimana jika install oracle client di crossover ?

Tapi setelah mencari-cari jika saja didunia luar sana sudah ada yang mencoba, dan ternyata hanya ada beberapa informasi yang tidak jelas, saya jadi ragu juga bisa atau tidak. tapi what the hell ya hehehe…

Nanti malam dicoba deh :D

Tags: , ,

Buku Nikah

Beberapa hari yang lalu saya dan calon istri diundang oleh KUA di daerah calon istri saya, di tempat nanti acaranya berlangsung tentunya, untuk mengikuti kursus (sebelum) pernikahan.

Pada undangan sih tertera acara dimulai pada pukul 8:30 pagi, jadi dengan berat mata dan hati ( bangun pagi2 memang berat ) saya berangkat dari kos sekitar jam 6 pagi. Karena ternyata masih terlalu pagi, saya mampir dulu ke rumah, sekalian sarapan karena memang belum sarapan dan kata orang sarapan pagi adalah makan yang paling penting :D.

So, kami berangkat jam 8 lebih, karena kantor KUAnya ternyata dekat, dan sesampainya disana baru ada satu pasang calon penganten yang sudah datang. Pendek kata, acara dimulai pukul 9 lebih, dan ternyata acaranya sendiri adalah semacam penataran yang berisi penjelasan tentang pernikahan dan apa saja yang akan dan mungkin terjadi pada dan selama proses pernikahan. Dan sesudahnya.

Salah satu pembicara mengetengahkan pentingnya perlengkapan administrasi pernikahan, yang akhirnya menjadi buku nikah. Karena pengalaman selama ini, ternyata banyak sekali pihak-pihak yang dirugikan dikarenakan tidak ada bukti pernikahan. Baik itu masalah status kedua pihak maupun pada saat pengurusan hal-hal yang menyangkut masalah kekeluargaan hingga sampai ke masalah waris.

Agak mengagetkan karena mengingat bahwa sebenarnya pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilaksanakan oleh ayah dari mempelai wanita kepada mempelai lelaki yang disaksikan oleh beberapa saksi. Atau ijab kabul, dan kalau ijab kabul tanpa administrasi dari pemerintahan (KUA) maka disebut pernikahan siri atau nikah dibawah tangan.

Pernikahan dalam Islam ya ijab kabul itu.. 14 abad yang lalu toh tidak ada institusi semacam KUA yang akan menerbitkan buku nikah, tapi pernikahan jaman itu (dan sampai sekarang atau sampai kiamat) sah dan mengikat. Entah bagaimana pada jaman sekarang ini, pernikahan yang hanya dengan ijab kabul tanpa administrasi sangat-sangat negatif.

Mengingat bahwa memang banyak orang yang kemudian memanfaatkan hukum negara ini, yang mengatakan kalau belum bawa buku nikah berarti bisa saja belum nikah, atau karena banyak yang tidak setia pada pernikahannya sehingga diterbitkan buku nikah, maka memang buku nikah itu diperlukan. Terutama bagi para wanita yang akan dirugikan terlebih besar daripada para laki-laki.

Anyway.. dari apa yang terjadi sih, yang paling keliatan jelas adalah bahwa hukum Islam sendiri, yang seharusnya menjadi hukum tertinggi bagi umat Islam, mulai tersisih oleh hukum-hukum yang dibuat oleh institusi negara. Salah siapa ?

Tags: , , ,