Archive for April, 2007
JSON
JSON adalah singkatan dari JacaScript Object Notation. Maksudnya apa, masih gak jelas juga :lol:
Hanya saja dengan notasi ini kita tidak perlu lagi menggunakan format XML untuk komunikasi data ketika menggunakan Ajax. Keunggulan JSON dibanding dengan XML adalah jumlah byte yang ditransfer dari webserver lebih kecil, dan dengan menggunakan fungsi eval dari javascript, otomatis data dari JSON text menjadi object dalam java script.
Format JSON adalah seperti ini :
<code>
{ “name”:value}
{
“status”:”success”,
“data”:
{
“code”:1,
“name”:”satu”
}
}
{
“status”:”success”,
“data”:[
{
“code”:1,
“name”:”satu”
},
{
“code”:2,
“name’:”dua”
}
]
}
</code>
Sebenarnya JSON juga bisa menampung rutin dari javascript, tapi sementara ini, hanya data yang saya pakai, jadi format diatas yang muncul hehe.
Apapun yang menghasilkan, baik itu servlet, php atau jsp, asalkan format yang digunakan benar, data tetap valid, maka bisa digunakan di web based client.
Pemakaiannya bersambung deh hehe…
Tags: Ajax, Javascript, JSON
webMethods for mac
Hehe… setelah berusaha agak keras, ternyata webMethods bisa diinstall di mac 10.4.8.
Installer yang dipakai adalah webMethodsInstaller7 dengan JDK 1.5. Dan yang diinstall ternyata harus webMethods 7!!.
Kemarin beberapa kali mencoba wM 6.1 dan 6.5, error yang didapat selalu UnsatisfiedLinkError, yang biasanya error ketika dicoba untuk link sementara library yang tersedia tidak mensupport versi mac yang digunakan.
So woohoo, bisa mulai menggunakan wM di mac. Yang jadi masalah sekarang adalah tidak ada wM Developer dipaket yang untuk mac ![]()
IPDN lagi..
Weleh.. berapa kali calon camat dan kades yang menjadi korban anehnya sistem pendidikan di IPDN ? Bukannya IPDN itu sekolah yang menghasilkan birokrat-birokrat di daerah ? Dan bukannya para birokrat tersebut adalah pelayan masyarakat ? Apakah mendidik calon pelayan masyarakat itu dengan pendidikan fisik ? Dengan bentakan-bentakan, pukulan-pukulan, bahkan penganiayaan ? Well kita semua sudah pernah lihat buktinya dari rekaman yang pernah beredar beberapa waktu lalu.
Dengan sistem sok militer seperti itu ( disebut sok karena tujuan IPDN itu adalah sipil, bukan militer ), seperti apa nantinya lulusan IPDN ? Apakah seorang camat yang akan menyuruh anggota masyarakat yang minta tanda-tangan KTP push up 50 kali ? Atau kades yang ringan tangan ? Agak meragukan hasil dari pendidikan seperti itu adalah orang yang care kepada masyarakat.
Jadi sebenarnya apa sih pentingnya IPDN ? Toh setiap tahun ada pendaftaran pegawai negeri sipil, kepala desa dipiih secara langsung, bahkan ketua RT dan RW pun dipilih langsung. Jadi dimana letak kegunaan IPDN ?
Mungkin lebih baik bagi bangsa ini kalo institusi seperti IPDN ditiadakan saja.
Tags: IPDN, Kekekarasn
Wah, itungannya beda
Tadi sempat cek pemakaian koneksi ke situs im2, dan ternyata beda dengan catatan saya sendiri ( bah, catatan :lol: ). Menurut itungan saya, pemakaian selama bulan ini baru sekitar 250 Mb, sementara di situs im2 jumlah pemakaian 300 Mb. Gede banget selisihnya.
Setelah di lihat-lihat di sana, ternyata ada pemakaian pada tanggal 31 maret lalu, yang dimulai jam 7 malam sampai jam 1 pagi, sebesar 50 Mb, yang dihitung sebagai pemakaian bulan ini. Yaaah.. kok tidak dari jam 12 malam sih.. apa sistemnya tidak bisa deteksi pergantian hari ya ? :lol:
Well, besok nunggu tagihannya dulu baru ditanyain ke customer service deh
![]()
Dan kayaknya sih gak bakalan ada yang berubah… pemakaian sekarang harus ditambah 50 Mb agar bulan depan tidak membayar tambahan volume pemakaian.
