Archive for February 8th, 2007
The Blame Game
Beberapa hari yang lalu, di beberapa media televisi nasional, beberapa anggota masyarakat jakarta, termasuk pelawak opi kumis, yang rumahnya turut tergenang banjir, mengatakan sudah tidak ada masa lagi untuk saling menyalahkan, lebih baik introspeksi diri, baik masyarakat maupun pemerintah, agar bencana abnjir kali ini cepat bisa diatasi dan musibah mendatang bisa dielakkan. Nice kan ??
Tapi kemudian malah pemerintah daerah sendiri, yang disuarakan oleh sang gubernur, sutiyoso, berkata lain.. selama dua hari bang yos ini bilang kalau skala banjir tahun ini lebih kecil dari tahun 2002, pertama dan kemudian mengatakan kalau banjir sekarang ini kesalahan penanganan hulu ( pemda bogor ). Lha ? kok bisa sperti itu sih ? Padahal menurut berita, banjir kali ini kebanyakan malah belum karena kiriman dari bogor, tapi karena hujan lebat di jakarta. Nah lho..
Dan logikanya, kalau sarana pencegahan banjir dijakarta memadai, maka sebanyak apapun kiriman dari bogor ( dan langit ) tentu yang terjadi tidak akan seperti sekarang ini. Tapi melihat dengan gampangnya gedung dibuat, mal dibangun jalan-jalan ditambah, perumahan-perumahan berjamur, tanpa ada pemikiran matang dari semua sisi, terutama tata letak dan ruang jakarta, sampai bertahun-tahun kedepan kondisi di jakarta tidak akan ada perubahan.
Beda sekali semangat masyarakat jakarta dengan semangat pemdanya. Mungkin orang-orang jakarta sudah apati dengan pemda dki, mau bilang apapun tidak akan didengarkan oleh gubernur, yang saya ragu rumahnya juga kebanjiran. Mungkin mereka sudah sedemikian pasrahnya, dan ini memang keliatan, sehingga berpikir ya sudahlah, orang sudah banjir mau diapain lagi.
Tapi kan hidup ini bukan hanya pada satu masa saja, masih ada musim hujan tahun depan, dan tahun selanjutnya. Kalaupun saat ini tidak bisa berbuat apa-apa, masyarakat masih bisa menuntut pemerintah untuk berbuat demi masa depan. Kalau masyarakat sendiri hanya diam pasrah dan tidak mau meminta pemda, yang notabene adalah pihak yang diberi mandat untuk mengatur jakarta, untuk memperbaiki keadaan, ya apa boleh buat, selamat datang banjir kita ucapkan tahun depan.
