Archive for September, 2006
Kemauan dan kesempatan
Kemarin saya nonton salah satu episode CSI New York, salah satu kasus pembunuhan dimana korban dibunuh ketika sedang berjalan melewati taman ketika akan pulang. Pembunuhnya diketahui adalah seorang narapidana yang bekerja didekat taman tersebut dan saat itu juga kebetulan sedang berjalan pulang. Pada akhir episode, salah seorang penyelidik masih saja bertanya kepada pembunuhnya : “why did you do it ?”.
Saya jadi teringat kepada bang napi :lol:. Kalau saja sang penyelidik menanyakan hal itu kepada bang napi, pasti dijawab dia membunuh karena ada kesempatan dan kemauan
. Kenapa kesempatan terlebih dahulu ? karena pada kejadian itu, kesempatanlah yang ada terlebih dahulu. Kesempatan berupa seorang gadis yang berjalan sendirian pada malam hari di taman yang sepi. Kemauan membunuh jadi ada ketika ada kesempatan itu.
Itulah yang terjadi, kemauan bisa menghasilkan kesempatan dan kesempatan bisa menghasilkan kemauan. Tapi kalau dipikir lebih jauh, kemauanlah yang lebih memegang kendali. Pada kasus diatas, jika sang pembunuh tidak memiliki kemauan untuk melakukan kejahatan, pembunuhan tidak akan terjadi. Sebaliknya, seorang yang punya kemauan membunuh, akan mencari-cari atau bahkan menciptakan kesempatan sendiri untuk membunuh.
Tapi sangat benar apa yang dikatakan bang napi, kita harus selalu waspada pada setiap saat. Kewaspadaan akan menurunkan kesempatan seseorang berbuat jahat kepada kita. Hanya saja hal tersebut menjadi absurd ketika setiap orang waspada sementara yang punya keinginan jahat malah menjadi santai. Hal yang seharusnya dilakukan adalah menghilangkan kemauan untuk berbuat kejahatan..
Tags: Kriminal
