Archive for April, 2006
Lanjutan instalasi
Tadi malam saya coba-coba instal package untuk Graphics Accelerator VGA Card saya ATI Radeon 9550 GT. Prosesnya simple sih sebenarnya, cukup ‘yum -y –enablerepo livna install kmod-fglrx’ setelah menambahkan livna repository. Tapi prosesnya sendiri agak lama karena koneksi yang sebenarnya lumayan tapi belum bisa dikatakan layak untuk proses yum
ops:.
Rasanya menyenangkan juga proses dengan yum berhasil, karena biasanya proses dilakukan offline, dengan saya download dan kumpulkan dulu rpm-rpm yang diperlukan di kantor untuk kemudian malamnya baru di install, sementara proses tersebut langsung dilakukan di komputer rumah.
Setelah selesai dan sukses, saya restart komputer, dan hasilnya….. setelah prosesing udev, layar monitor mati.. no signal katanya :sad:.. bener-bener shock deh, mengharapkan ada accelerator di layar tapi malah layar tidak mau menyala. Damn!!! Dan seperti disaster recovery biasanya, saya install lagi Fedoranya :lol:. Ada bagusnya juga sih, karena sebelumnya saya tidak sempat alokasi partisi untuk /home, sekarang ini jadi menyempatkan diri untuk membuat partisi tersebut.
Dan seperti rutin biasanya, instalasi lagi deh…
1. Update Kernel dan akses NTFS
penting karena banyak rpm yang sudah saya download ada di partisi ntfs..
- Download kernel update disini. Kernel terbaru sekarang ini adalah kernel 2.6.16-1.2080, dan i686 adalah untuk AMD Athlon.
- Ketik ‘rpm -ivh kernel-2.6.16-1.2080_FC5.i686.rpm’
- Download kernel module ntfs disini dan pilih rpm yang sesuai dengan versi kernel. harus sama antar versi dan mesinnya
- Ketik ‘rpm -ivh kernel-module-ntfs-2.6.16-1.2080_FC5-2.1.26-0.rr.10.5.i686.rpm’
nah.. kernel sudah terupdate dan akses ke ntfs sudah bisa..
2. XMMS
salah satu aplikasi terpenting di linux :lol:
- Download XMMS disini
- Download XMMS MP3 plugin disini
- Ketik ‘rpm -ivh xmms-1.2.10-22.fc5.i386.rpm’
- Ketik ‘rpm -ivh xmms-mp3-1.2.10-16.fc5.i386.rpm’
:shock: Bisa denger mp3.. xmms untuk fedora 5 ini lebih bagus dari fedora 4, karena selama install reinstall ini tidak pernah ada masalah, sementara pada fedora 4 setiap reinstall pasti ada masalah, entah suka mati sendiri atau tidak bisa otomatis memainkan lagu selanjutnya.
3. Install ATI accelerator
setelah install lagi dari awal, saya masih nekat untuk mencoba accelerator ini, soalnya dari yang saya baca-baca, bisa meningkatkan performansi graphics. ukurannya adalah sebuah program sederhana glxgears, yang akan menghitung berapa fps mesin kita, dan komputer saya ini hanya sekitar 120-140 fps, sementara ada yang bisa sampai 3000 fps setelah accelerator aktif. so here we go
- setting repository livna, download rpm, kemudian install
- ketik ‘yum -y –enablerepo livna install kmod-fglrx’ seperti diatas.
saya sudah coba instalasi manual tapi tidak berhasil karena ada dependensi yang hanya bisa diselesaikan dengan yum - (seharusnya sih) restart X.org dengan ‘/sbin/gdm-restart’
ternyata monitor langsung mati lagi :eek:.. setelah banyak merenung saya sempet kepikiran untuk install ulang (lagi), tapi untunglah terlintas untuk mencoba install rescue. ternyata dari situ saya bisa diselamatkan hehe..
Yang saya lakukan adalah boot ‘linux rescue’ kemudian edit xorg.conf ‘vi /mnt/sysimage/etc/X11/xorg.conf’ ubah bagian device, fglrx diganti menjadi radeon.. setelah reboot, bisa masuk ke X windows lagi *leganya minta ampun hehe*
Fedora Core 5
Saya sudah beberapa kali install fedora, dari release 4 sampai sekarang ini, release 5. Maksudnya beberapa kali tentu install dan instal ulang :lol:.
Supaya tidak lupa apa yang saya kerjakan, lebih baik dicatet deh.
1. Instalasi
Hanya rutin biasa, tidak ada catatan, kecuali kalau ada file yang tidak bisa dibaca dari cd instalasi harus diulang dari awal ( ini terjadi semalam, setelah 4 kali percobaan, baru lancar
ops: )
2. Instalasi Java
- Download j2sdk 1.4 atau 1.5 dari sun. File berupa self extract (.bin), bukan self rpm extract (.rpm.bin)
- Untuk Fedora Core 5, ketik ‘export _POSIX2_VERSION=199209′ sebagai root
- Masih sebagai root, ketik ‘./j******’ tergantung sdk yang didownload
- ketik ‘export _POSIX2_VERSION=200112′
- ketik ‘/usr/sbin/alternatives –install /usr/bin/java java /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/java 2 –slave /usr/bin/rmiregistry rmiregistry /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/rmiregistry –slave /usr/lib/jvm/jre jre /opt/j2sdk1.4.2_11/jre –slave /usr/lib/jvm-exports/jre jre_exports /opt/j2sdk1.4.2_11/jre/lib’, versinya tergantung jdk, karena tadi install yang 1.4.11 yang diambil ya itu:razz:
- ketik ‘/usr/sbin/alternatives –install /usr/bin/javac javac /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/javac 2 –slave /usr/lib/jvm/java java_sdk /opt/j2sdk1.4.2_11 –slave /usr/lib/jvm-exports/java java_sdk_exports /opt/j2sdk1.4.2_11/jre/lib –slave /usr/bin/jar jar /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/rmic –slave /usr/bin/javadoc javadoc /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/javadoc –slave /usr/bin/javah javah /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/javah –slave /usr/bin/rmic rmic /opt/j2sdk1.4.2_11/bin/rmic’
- ketik ‘/usr/sbin/alternatives –config java’, ketik 2 pada prompt, kemudiak tekan enter
Beres, sdk 1.4.2 sudah terinstall di sistem.
3. Install gnome-ppp
Gnome-pp adalah program kecil untuk koneksi dial-up dengan StarOne saya.
- Download gnome-ppp
- Login sebagai root
- ketik ‘tar -xvf gnome-ppp-0.3.21.tar.gz’
- masuk ke direktory gnome-ppp
- ketik ‘./configure’ kemudian ‘make’ dan ‘make install’
- buat sym link ke modem ‘ln -s /dev/ttyACM0 /dev/modem’
- edit wvdial.conf ‘gedit /etc/wvdial.conf’ isi dengan :
[Dialer Defaults]
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 230400
Init1 = ATZ
Init2 = AT+crm=1
Init3 = AT+cso=33
FlowControl = CRTSCTS
Area Code =
Phone = #777
Username = starone
Password = indosat
Ask Password = 0
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Compuserve = 0
Force Address =
Idle Seconds = 300
DialMessage1 =
DialMessage2 =
ISDN = 0
Auto DNS = 1 - run gnome-ppp
- klik detect modem
- isi domain : indosat.net.id
- isi dns :
DNS1 : 202.152.165.39
DNS2 : 202.155.0.15
Sekarang bisa online lewat linux ![]()
hmmm apa lagi ya.. install XMMS, Xine, IntelliJ IDEA dan yang penting webMethods dan Oracle..
next time deh.. Oracle masih harus download dulu ![]()
Tags: Install, Java, Linux, PPP, Setting
Antara RUU APP dan Qur’an
Saya kira selama ini huru-hara tentang RUU-APP telah selesai dengan penyelesaian entah RUU itu menjadi UU atau menjadi gulungan sampah di tempat sampah gedung DPR. Tapi ternyata saya salah.
RUU-APP ternyata masih menjadi ajang pertempuran antara pihak yang setuju maupun yang tidak setuju. Dan yang lebih menakjubkan adalah bagaimana kemudian issue pornografi berkembang ke arah poligami dsb.
Saya tidak akan membahas materi yang ada pada RUU, tapi lebih memandang pada realitas yang terjadi pada masyarakat. UU ada pada tataran hukum formal, sedang masyarakat hidup pada tataran hukum informal, seperti adat, kebiasaan sampai dengan agama. Karena saya beragama Islam maka saya akan berbicara dengan sudut pandang Islam. Dan hukum dalam Islam tercatat dalam Al-Qur’an.
Apa yang tercantum dalam RUU-APP bisa disingkat menjadi jagalah aurat (dan pandangan) masing-masing, seperti pesan yang ada dalam Qur’an. Apakah selama ini masyarakat sudah melaksanakan hal tersebut ? Padahal hukum-hukum dalam agama dipercaya mengikat kita sampai ketika sesudah kita mati, sementara hukum yang dibuat oleh lembaga-lembaga negara hanya mengikat kita selama kita menjadi warga negara, dan hidup :lol:.
Jika hukum agama, yang sangat keras mengenai masalah pria-wanita saja tidak diindahkan, apa yang akan terjadi pada RUU-APP yang disahkan menjadi UU ? Saya rasa akan sama seperti hukum-hukum yang lain, yang akan bagus untuk dibaca tapi tidak bisa dilaksanakan. Mengapa ? karena masyarakan kita selama ini memang tidak atau tepatnya belum bisa menaati hukum. Hukum hanya berjalan ketika ada person in charge yang menjaga, seperti polisi pada perempatan.
Jadi kesimpulannya, ketika nanti RUU ini disahkan, ketika sudah banyak energi yang dihabiskan untuk bertengkar dan berdikusi, apa yang terjadi sekarang ini tidak akan banyak berubah. Mungkin yang berubah hanya tempat jualan majalah-majalah dewasa yang akan sembunyi-sembunyi.
Sementara itu ada sumber hukum lain yang seharusnya malah dimainstreamkan, yaitu Qur’an untuk umat Islam. Toh kebanyakan yang mengelola sampai model dan penjual majalah-majalah dan juga televisi juga orang Islam kok. Perbaiki dulu umat ini sebelum mulai go public. Seperti apa kata Aa Gym, “Mulai dari diri sendiri” ![]()
