Archive for February, 2006
Dolar.. oh, begitu ya
Saya nemu dua tulisan, Dollar Imperialism dan Proposed Iranian Oil Bourse ketika muter-muter baca berita di internet, dan walaupun keduanya mempunyai judul yang berbeda, ternyata membicarakan hal yang sama, pengaruh dolar terhadap apa yang terjadi di dunia.
Pengaruh dolar dimulai setelah perang dunia kedua berlangsung. Dikarenakan besarnya biaya yang dibutuhkan dan hancurnya ekonomi dunia, maka amerika menjanjikan bantuan untuk eropa, dalam bentuk dolar, sampai nanti eropa bisa berdiri sendiri. Dengan siapa eropa melakukan transaksi ekonomi ? Amerika tentu saja, dan dengan emas. Jadi america mempunyai dasar yang kuat ketika mengajukan proposal untuk menggunakan dolar sebagai alat tukar perdagangan antar negara sebagai pengganti emas. Nilai dolar dipatok dengan emas. Fair enough.
Jika hal tersebut berlangsung selamanya tentu tidak ada masalah, tapi ketika amerika mengalami defisit karena harus membiayai perang vietnam, dan korea, yang sangat menyita devisa negara mereka, dan cadangan emas mereka, maka ketika banyak negara-negara merasa kawatir dengan kondisi tersebut ( dikarenakan amerika ternyata juga banyak mencetak uang untuk membiayai perang, yang bisa mengakibatkan nilai uang tersebut jatuh ) dan ingin menukarkan cadangan dolar mereka dengan emas, amerika menyatakan dolar tidak lagi dipatok dengan emas. Dengan kata lain, bangkrut :mrgreen:
Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena pada tahun 71, amerika berhasil menemukan emas lain, yaitu minyak bumi. Dengan membantu pemerintahan arab saudi berkuasa, amerika berhasil memaksakan penjualan minyak bumi hanya bisa menggunakan kurensi dolar, dan ketika OPEC bergabung, lengkaplah sudah..
Seluruh negara menyimpan cadangan dolar paling tidak untuk transaksi pembelian minyak bumi, atau untuk transaksi dagangan lainnya. Negara kuat seperti China dan Jepang mendevaluasi mata uangnya ( yang katanya ‘memperlemah ekonomi mereka’ ) terhadap dolar untuk menjaga ekonomi amerika.. aneh ya..
Satu hal yang jelas, amerika bisa mencetak mata uangnya dengan seenaknya untuk kemudian dipakai impor barang, tanpa ada yang bisa protes, dan pasti menjadi simpanan cadangan devisa ![]()
Kemudian muncul seorang saddam hussein.. satu-satunya kepala negara yang menginginkan euro sebagai alat tukar minyaknya. Bayangkan tiba-tiba semua negara memutuskan untuk menggunakan euro sebagai alat tukar perdagangan minyak… dolar akan membanjiri pasar ( diperkirakan ada sekitar 2 trilliun dolar yang dimiliki oleh negara-negara didunia ), dan nilai dolar akan jatuh, diikuti ekonomi amerika.. sesuatu yang harus dihindari.. oleh pemerintah amerika.
Kalau mengikuti apa yang terjadi selama 4 tahun ini, rasanya masuk akal jadinya..
Iraq tidak tersangkut 9/11, tidak memiliki WMD atau apapun.. tapi tetap saja menjadi incaran. Segera setelah saddam jatuh, penjualan minyak iraq kembali memakai dolar.
Iran ? maret ini akan membuka bursa minyak yang menggunakan euro sebagai alat tukar..
There’s a method to the madness
Kartun itu, generalisasi itu
Wah, lagi-lagi kartun yang menghina Rasulullah SAW. Tidak tanggung-tanggung, kali ini, sebenarnya selama ini, berlindung pada Freedom of press. Kartun tersebut menggambarkan bagaimana Rasul mengajarkan kekerasan dan terorisme. Jika ingin melihat kartun tersebut, silahkan klik disini.
Jadi anda telah melihatnya.. Bagaimana reaksi anda ? Kesal, marah, jengkel ? Sah-sah saja, sebagaimana sah-sah saja orang mengambar. Kok ? Memang seperti itu, karena hukum dalam Islam itu hanya berlaku untuk orang Islam, dan tidak berlaku untuk orang lain.
Jangan salah sangka, saya juga merasa terhina dan marah, tapi jangan terburu-buru menghakimi.. Mengapa ? Karena sebenarnya kartun tersebut telah beredar sejak September 2005 dan tidak ada reaksi apa-apa dari umat Islam pada waktu itu, tapi mengapa sekarang ini baru meledak ? Bukankan aneh ? Aneh kan bahwa kartun yang “tidak laku” kemudian diterbitkan lagi ? Dan tiba-tiba menjadi “laku keras”..
Pada waktu seperti ini, dengan mudah seharusnya kita bisa katakan jikalau penerbitan kartun tersebut adalah sebuah provokasi terhadap umat Islam. Gampangnya ada orang-orang yang terus mengkampanyekan Islam itu identik dengan kekerasan, kemudian ada kartunis dan penerbit kartun tersebut, kemudian ada sebagian umat Islam yang tidak bisa mengendalikan emosinya ( saya pikir sebagian besar umat Islam yang melihat kartun tersebut akan emosi ), dan pada akhirnya orang-orang yang saya sebut pertama kali akan dengan enteng menunjuk, lihatlah, benarkan Islam itu kekerasan.
Saya tadi sempat melihat acara di CNN yang mengetengahkan seorang muslim dan seorang jurnalis mengenai kartun tersebut. Ada yang sedikit menggelitik dari acara tersebut, yaitu setiap reaksi negatif dari negara-negara timur tengah terhadap kartun tersebut selalu dinyatakan sebagai reaksi seluruh umat Islam. Pasti ingat ketika hanya sedikit ulama yang mengecam peristiwa 9/11, kemudian disimpulan kalau umat Islam menyetujui peristiwa tersebut. Demikian juga kekerasan yang terjadi di palestina dan di irak.. Segelintir orang mengatakan kalau Islam seharusnya menguasai dunia dan membuat undang-undangnya menjadi panutan diartikan umat Islam ingin menjajah dunia.
Adalah ironis, bahwa orang-orang yang mengaku mempunyai budaya yang lebih baik dan rasionalis, ternyata tidak bisa bersikap rasional dalam hal ini.
dari reader’s letters di WhatReallyHappened.com :
READER: I saw the BBC’s Hard Talk programme last night and it had the Danish editor of the newspaper on the programme and he was defending the cartoons as free speech.
The interviewer then said something to the effect of “So if an Israeli killed some Palestinian children would you print a cartoon of a Rabbi wearing a Swastika shooting down the kids with a machine gun?”
The Danish guy went quiet.
dan tulisan menari di sini
So much for free speech..
Tags: Free Speech, Islam, Kartun, Penghinaan
Harapan bangsa ?
Ketika pulang dari pesta pernikahan teman tadi siang, di depan kantor tiba-tiba banyak teriakan dan banyak anak-anak muda lari dari seberang jalan dikejar-kejar oleh anak-anak muda lain yang membawa kayu dan batu.
Tawuran ? Sepertinya sih seperti itu, tapi setahu saya, yang namanya tawuran itu banyak orang yang berkelahi melawan banyak orang, sementara yang tadi siang terjadi hanya saling teriak, saling ancam, dan kalau satu pihak maju, yang lain mundur, begitu juga sebaliknya. Jadi mau menyebut tawuran kok seperti bukan, tapi disebut sedang berdebat juga jelas bukan.. :lol:
Kalau dipikir-pikir jadinya lucu, orang mau berkelahi aja kok ya gak serius.. gak langsung maju, tinju lawan tinju, satu lawan satu atau bareng-bareng. Beraninya hanya teriak-teriak dari jauh kemudian melempar batu, kemudian lari kalau didekati..
Apa yang terjadi kalau mereka dibebani tugas berat menyangkut masalah kenegaraan ? Lempar dan lari juga ?
Tags: Tawuran
