Archive for October, 2005
Java Transaction….. *sigh*
Sudah beberapa minggu saya mencoba mencari tahu apa itu Java Transaction API dan bagaimana menerapkannya pada pekerjaan saya.
Situasinya adalah seperti ini, selama ini saya membangun program pada J2EE box, yang telah menerapkan Distributed Transaction secara transparan. Yang saya kerjakan selama ini adalah
- Panggil startTransaction
- Transaksi yang saya definisikan
- Jika berhasil panggil commitTransaction, jika gagal rollbackTransaction
dengan parameter nama transaksi. Karena selama ini apa yang saya kerjakan masih dalam scope diatas, maka tidak ada masalah.
Masalah datang ketika API dari satu database gagal setiap kali dieksekusi. Setelah dicoba berkali-kali tidak juga membawa hasil, maka saya membuat satu program kecil yang langsung mengeksekusi API dari JDBC, terpisah dari platform box aplikasi. That leads us to our current problem… karena dibuat pada JDBC yang terpisah, maka proses tersebut tidak termasuk dalam platform transaksi diatas, jadi ketika ada masalah disalah satu traksaksi, transaksi yang bersangkutan tidak bisa rollback. Sangat menyalahi konsep Distributed Transaction, Atomicity, yang pada intinya mengatakan sebuah traksaksi hanya menghasilkan satu keluaran, semua berhasil atau semua gagal, dan jika ada bagian dari transaksi yang gagal, state system harus dikembalikan pada keadaan sebelum transaksi. Darn. :shock:
Jadi kembali ke masa sekarang :roll:, setelah beberapa google kemudian, rasanya gambaran tentang Distributed Transaction sudah mulai nampak… dan rumit :neutral:
Tags: J2EE, Java, Programming
Walah pak kalla…
Mengawasi pesantren ? Mengapa ? Karena beberapa pesantren diindikasikan mengajarkan ajaran ekstrim ? Wow…
Bagaimana kita tahu sebuah institusi pendidikan agama ( keren ya :lol: ), seperti pesantren, mengajarkan ajaran yang ekstrim ? Ukurannya pasti bisa di lihat dari para lulusannya. Jika anda tiap hari dicekoki dengan suatu ajaran, pasti ketika selesai, ajaran itu akan membekas pada diri anda. Dan akan tercermin pada tingkah laku dan perbuatan anda. Pasti ada beberapa yang tidak terpengaruh dengan ajaran itu, atau cuek, atau ketika menemui lingkungan yang berbeda akan merubah pandangannya, tapi jelas akan lebih dari sekedar segelintir lulusan yang akan tetap memegang ajaran tersebut.
Nah, dari penilaian yang demikian, berapa orang dari lulusan pesantren yang menjadi ekstrim ? Dari ratusan ribu sampai jutaan lulusan pesantren, berapa orang yang memiliki pandangan ektrim ? Atau kalau ruang lingkupnya terlalu besar, dari suatu pesantren, berapa gelintir orang yang menjadi ektrim atau radikal ?
Tanpa perlu mengadakan penelitian pada pesantren yang dimaksud, seharusnya sudah dapat diambil penilaian apa yang terjadi di pesantren yang bersangkutan.
Satu lagi dari pak kalla.. tidak hanya pesantren tapi juga sekolah-sekolah yang diawasi..
Pertanyaan diatas masih relevan, berapa persen lulusan sekolahan yang menjadi ekstrem ?
Satu lagi hal yang sangat penting. Pak Kalla minta ajaran pesantren untuk diteliti, apakah ini juga berlaku untuk sekolah ? Apakah ajaran sekolah akan diteliti ? ehmm.. yang bikin kurikulum siapa sih ? :lol:
Tags: Islam, Pendidikan
How low can you go?
Relevan sekali pertanyaan itu menyangkut peraturan di perusahaan PT Musi yang mewajibkan setiap karyawati perusahaan yang akan mengambil cuti haid agar menunjukkan kemaluannya, membuktikan kalau dia memang sedang haid.
Bagi perempuan, masa haid kan bukan masa yang nyaman, bahkan bagi sebagian, masa haid adalah masa yang menyakitkan. Oleh karena itu, cuti haid adalah hal yang layak dan tidak merugikan, bahkan lebih baik seorang karyawati cuti ketika sedang haid, apalagi jika dia termasuk yang merasakan sakit jika haid.
Adalah tidak masuk akal meminta pembuktian dengan memperlihatkan kemaluan, bahkan dinilai dari sudut manapun menjijikkan. Mungkin jajaran SDM atau Direksi perusahaan tersebut tidak punya perasaan atau just plain sick?, atau memang kemaluan perempuan yang sedang haid turn them on ?
Perak untuk virus ?
dari sini nih
SILVER KILLS VIRUSES, STUDY FINDS
Tuesday, October 18, 2005 - FreeMarketNews.com
In a groundbreaking study, the Journal of Nanotechnology has published a study that found silver nanoparticles kills HIV-1 and is likely to kill virtually any other virus. The study, which was conducted by the University of Texas and Mexico University, is the first medical study to ever explore the benefits of silver nanoparticles, according to Physorg.
During the study, researchers used three different methods of limiting the size of the silver nanoparticles by using capping agents. The capping agents were foamy carbon, poly (PVP), and bovine serum albumin (BSA). The particles ranged in size from 1 to 10 nanometers depending on the method of capping. After incubating the HIV-1 virus at 37 C, the silver particles killed 100% of the virus within 3 hours for all three methods. The scientists believe that the silver particles bonded through glycoprotein knobs on the virus with spacing of about 22 nanometers in length.
While further research is needed, researchers are optimistic that nanological silver may be the silver bullet to kill viruses. The researchers in the study said that they had already begin experiments using silver nanoparticles to kill what is known as the super bug (Methicillin resistant staphylococcus aureus). Already used as a topical antibiotic in the medical industry, silver may now come under consideration as an alternative to drugs when it comes to fighting previously untreatable viruses such as the Tamiflu resistant avian flu.
dan ada komentar menarik dari surat pembaca WhatReallyHappened.com, yang sangat relevan dengan artikel diatas, yang sayangnya karena telah berganti hari maka saya nanti harus menunggu arsipnya agar bisa ditampilkan disini.
Tapi pada intinya pembaca tersebut menceritakan pengalamannya yang selama dua tahun terakhir ini tidak pernah flu dan sakit yang berhubungan dengan virus karena bekerja di lingkungan yang berhubungan erat dengan perak. Dan dia juga menyatakan ( belum ada konfirmasi ) bahwa para pembesar kerajaan pada jaman pertengahan di eropa terhindar dari epidemi penyakit karena mereka makan dan minum memakai perak, sehingga memungkinkan atom2 perak masuk ke dalam tubuh, thus.. tidak ada virus.
Jika memang hal ini benar, maka berita yang luarbiasa bagus bagi para penderita penyakit yang disebabkan oleh virus.
Dari reader’s letters
READER: You can’t imagine how disheartening it is to read about the effects of silver on the HIV virus. To read the anecdotal “we knew it all the time” letters from your readers is even more irritating. Why didn’t these folks yell louder before? I had never heard anything about the benefits of silver for staving off germs and viruses.
My brother died three years ago this week. We would have sure tried silver if we had heard anything about it. Why do I get the feeling that this has been known for a long time, and for profit reasons it has never been announced? Why do I get the feeling that we will hear no more about these marvelous benefits? Why do I get the feeling it will take years for the FDA to say it’s okay to use silver in fighting disease?
On the base of this one study, this silver solution should be given to everyone with HIV, provided that it does not harm them in another way. Tell me why not. It sounds like a cure to me. Why don’t we go ahead and find out? No one has ever lived through HIV/AIDS. If silver kills all viruses, let’s put it to work NOW! It’s too late for my brother…but if he were still here I’d be striving to get him the silver.
WRH: The US medical industry is exactly that; an industry. They are in the business of selling products. Cures based on unpatentable substances are a threat to profits and must be concealed. A good example is Valerian, which is the natural herb from which Valium is made. Valium is hugely profitable for pharmaceutical companies. They don’t want the ublic to know that the herb it is made from is available for a fraction of the price. Likewise the heart medicine Digitalin, which is really just Foxglove. Aspirin is made from Birch Bark. And so on. In a time when vaccines contain mercury, it is the responsability of the patient to evaluate for themselves if what they are taking is really efficacious, or just this month’s clearance special.
Tempat minum dari perak rasanya sudah mulai diperlukan nih :wink:
Indovision, worth it kah ?
Tadi dapat telpon dari HSBC tentang pake menarik langganan indovision.. pake sangat menarik actually, karena saya ini penggemar kartun dan anime ( Cartoon Network dan Animax hehehe.. ), dengan biaya pendaftaran 100k dan jaminan alat 200k, tiap bulan iurannya, dengan 3 paket mini ( kids : cartoon network, Disney dan Nickolodeon, Sport : ESPN dan Star Sport, dan Entertainment : AXN, StarWorld dan Animax ) plus All movies ( HBO, Cinemax, Star Movies ), adalah 250k.
Masih harus mikir panjang nih untuk menerima, karena saya tiap hari pulang malam, jadi waktu untuk nonton tv sebenarnya malah sedikit. Paling 3 - 4 jam seharinya. Itu juga masih suka dikalahkan oleh semangat belajar *ehmm* atau mencari bahan di internet. So…
Bisa nonton samurai jack nih :lol:
Sepertinya jadi masang deh hehehehe
JI lagi? Baasyir lagi?
Dari CNN.com,
Maj. Gen. Ansyaad Mbai, a top Indonesian anti-terror official, said Sunday the attacks apparently were planned by Southeast Asia’s two most-wanted men, Malaysians Azahari bin Husin and Noordin Mohamed Top, who are believed to be connected to Jemaah Islamiya, the regional arm of Osama bin Laden’s al Qaeda terrorist network.
Sebelum penyelidikan dimulai, sebelum ada konfirmasi data dan bukti, sudah mulai ditunjuk siapa yang bertanggung jawab atas bom bali. Jamaah Islamiyah.
Dan seperti peristiwa bom bali dan hotel JW Marriot yang akhirnya menunjuk ke seseorang, maka bom bali sekarang ini juga kemungkinan besar akan menunjuk orang yang sama, yaitu Abu Bakar Baasyir. Bahwa beliau ini didakwa dengan bukti2 dan kesaksian yang meragukan ( perkataan Amrozi dari orang lain, tapi amrozinya sendiri tidak dipanggil sebagai saksi ) , tidak masalah, yang penting ada orang yang menjadi terdakwa pada setiap kasus pemboman. End of case.
Sang ustadz sendiri mengecam keras pemboman dibali tapi kemudian mengatakan kalo hal itu adalah peringatan Tuhan bagi pemerintah Indonesia. Langsung disambar oleh Johh howard yang mengatakan
“It’s a reminder … of what these people really believe,” he said.
“The reality is the core approach of terrorism, Islamist terrorists, is a blind hatred of the west.”
Mungkin pak ustadz perlu sedikit santai dalam mengomentari, karena apapun komentarnya, bisa saja dibalikkan seperti itu.
Bom Lagi
Bali di bom lagi. Tiga bom meledak di kuta dan jimbaran, sampai saat ini lebih dari 25 tewas dan puluhan luka2. Beberapa media menyebutnya Bom Bali II. well, mungkin nanti ada ke III dan selanjutnya.. semoga tidak.
Indikasi pertama dari kasus ini adalah bom bunuh diri, karena menurut berita di detik.com, Kapolda Bali menjelaskan bukti2 kalau pembawa bom ‘hancur’ berkeping2 di lingkungan ledakan, tapi berita di timesoline mengindikasikan kemungkinan lain, yaitu ledakan dipicu oleh jaringan telekomunikasi mobil, atau kemungkinan dipicu oleh hp, karena ditemukan tiga buah bom yang gagal meledak setelah jaringan telekomuniasi dimatikan.
Indikasi pertama memang bisa berarti dua hal, bunuh diri, atau sengaja dikorbankan, karena yang pasti dari indikasi pertama adalah ada pembawa bom ke dalam restauran, tapi belum bisa menentukan apakah dia sendiri atau orang lain yang memicu ledakan karena belum ditemukan detonatornya.
Belum ada petunjuk yang mengarah ke identitas pelaku, afiliasinya dan motif dari pemboman. Hei, selalu ada motif untuk perbuatan seperti ini, tidak mungkin hanya sekedar iseng. itu yang penting untuk diungkap.
Bela sungkawa untuk para korban, dan hukuman setimpal untuk para teroris yang terlibat.
Masih Capek
Kata orang, sejarah itu berulang, atau lebih tepatnya alur sejarah itu membentuk pola kalo dikutip dari teori chaos :roll:
Hanya saja kok buat saya ini peristiwa berulang kok cepat sekali terjadi lagi.. setelah minggu berangkat pagi pulang pagi, ternyata minggu ini juga demikian. Bahkan lebih parahnya, ada gangguan tidur :sad:. Kalo pulang jam 11 atau 12, pasti butuh 2 sampai 3 jam baru bisa tidur, itupun biasanya tidak lelap, dua atau tiga kali terbangun.
Berangkat kerja capek, pulang kerja juga capek.
Saat-saat tidak capek hanya pas fokus di hadapan laptop.. chatting :lol:, just kidding, tentu kerja dong :wink:. Programming itu menyenangkan, apalagi pemecahan masalahnya.. semakin susah programmingnya, semakin menyenangkan dan fokus saya. Dan capekpun tudak terasa.
Tapi ketika berangkat pulang atau berangkat kerja.. rasanya capek sekali..
Untunglah, di depan udah ada kerjaan yang susah lagi :lol:
